Internasional

Kontribusi Industri Halal Diakui Dunia, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan Dapat Gelar Profesor Kehormatan di Korea Selatan

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 16/06/2026 19:23 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menerima gelar Profesor Emeritus atau profesor kehormatan dari Silla University. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengembangan ekosistem halal nasional hingga tingkat global.

Penganugerahan gelar kehormatan itu berlangsung di Busan, Korea Selatan, dan menjadi apresiasi atas kiprah Haikal dalam memperkuat sistem jaminan produk halal melalui berbagai kebijakan strategis, kerja sama internasional, hingga pengembangan sumber daya manusia di sektor halal.

Pihak universitas menilai kontribusi Haikal berperan dalam memperluas pengaruh ekosistem halal Indonesia di tingkat internasional. Melalui BPJPH, Indonesia dinilai aktif membangun kolaborasi lintas negara, memperkuat pemahaman mengenai jaminan produk halal, serta mendorong harmonisasi standar halal global.

Haikal mengatakan konsep halal memiliki nilai universal yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat tanpa memandang agama maupun latar belakang negara.

“Halal is for all. Halal itu untuk semua. Halal rahmatal lil alamin, halal adalah rahmat bagi seluruh umat manusia,” ujar Haikal dalam keterangannya.

Dalam agenda yang sama, Silla University juga menandatangani kerja sama dengan BIC Halal Korea guna memperkuat pendidikan dan sertifikasi halal berstandar internasional. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka peluang riset bersama, pertukaran pengetahuan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang halal.

Pengukuhan Haikal sebagai profesor kehormatan dinilai menjadi simbol semakin kuatnya posisi Indonesia dalam industri halal global. Pengakuan dari institusi akademik internasional itu menunjukkan peran Indonesia tidak hanya dalam aspek regulasi dan sertifikasi halal, tetapi juga pada pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi SDM sektor halal.

Haikal menambahkan, pengembangan standar halal modern saat ini bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni traceability (ketertelusuran), transparency (transparansi), dan trustability (keterpercayaan).

“Ketiga prinsip ini memastikan kehalalan produk terjamin secara utuh dari hulu hingga hilir,” kata pria yang akrab disapa Babe Haikal itu.

Artikel Lainnya