Nasional

PNM Cirebon Kembali Salurkan Bantuan untuk Ruang Pintar Kasih Sayang di Mundu Pesisir

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 21/07/2025 20:44 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan untuk Ruang Pintar Kasih Sayang yang berlokasi di Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan anak usia dini.

Ruang Pintar Kasih Sayang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, seperti laptop, jaringan WiFi, alat tulis, serta perlengkapan belajar lainnya. Program ini menyasar anak-anak yang belum masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan tujuan memberikan bekal awal sebelum mereka menempuh pendidikan formal.

Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menyampaikan bahwa program Ruang Pintar merupakan bentuk kontribusi nyata PNM dalam mendukung kemajuan pendidikan.

“Ketika anak-anak ingin masuk sekolah, mereka sudah punya bekal awal seperti membaca, menulis, dan menghafal doa-doa pendek. Kami ingin mereka lebih siap saat memasuki pendidikan formal,” ungkap Erwin kepada About Cirebon.

Ia menambahkan bahwa bantuan kali ini merupakan perpanjangan program untuk ketiga kalinya. PNM melakukan evaluasi setiap enam bulan untuk menilai efektivitas Ruang Pintar dan keaktifan pendamping serta kegiatan pembelajarannya.

“Jika ruangnya aktif dan bermanfaat, maka akan kami perpanjang. Namun tidak otomatis, kami nilai dulu pendamping dan kegiatannya,” tegas Erwin.

Saat ini, dari empat Ruang Pintar yang berada di wilayah kerja PNM Cabang Cirebon, tiga masih aktif dan terus diperpanjang secara berkala, termasuk Ruang Pintar Kasih Sayang di Mundu Pesisir.

Pada perpanjangan ketiga ini, PNM turut menyalurkan perlengkapan tambahan, seperti kotak P3K, alat tulis kantor (ATK), kursi tunggu, kipas angin, tempat sampah, dan alat kebersihan. Dalam sesi diskusi dengan tenaga pengajar, muncul usulan kebutuhan air bersih sebagai dukungan kegiatan belajar. Salah satu solusi yang dibahas adalah pembangunan sumur bor.

“Kami akan evaluasi dulu kebutuhan dan kondisi lingkungan sekitar. Bila memungkinkan, bisa lewat saluran PDAM atau membuat sumur bor. Harapannya bisa mendukung fasilitas MCK,” tambah Erwin.

Ia juga berharap, ke depan, Desa Mundu Pesisir yang telah menjadi Kampung Madani bisa menjadi lokasi implementasi penuh program PNM, mulai dari Ruang Pintar, penguatan usaha nasabah, hingga program beasiswa pendidikan bagi anak-anak.

“Mudah-mudahan anak-anak di sini bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Kami juga punya program beasiswa untuk anak-anak nasabah yang akan kami coba salurkan,” jelasnya.

Sementara itu, Mimin, salah satu tenaga pengajar di Ruang Pintar Kasih Sayang, menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dilakukan dua kali dalam seminggu, yakni setiap Jumat dan Sabtu, dengan durasi sekitar dua jam.

“Sekarang sudah ada 40 anak yang belajar di sini. Awalnya hanya 15 anak, tapi terus bertambah. Materi yang kami ajarkan menyesuaikan perkembangan usia anak, seperti motorik halus dan kasar, sosial emosional, kognitif, keagamaan, dan seni,” kata Mimin.

Ia berharap masyarakat Desa Mundu Pesisir semakin peduli terhadap pentingnya pendidikan usia dini, serta dukungan dari PNM terus berlanjut demi keberlanjutan dan pengembangan Ruang Pintar Kasih Sayang.

Artikel Lainnya