Opini

Pak Kwik Ekonom Senior yang Konsisten Berintegritas

Oleh : luska - Rabu, 30/07/2025 09:21 WIB


Penulis: Defiyan Cori
Ekonom Konstitus Bui

Kami terkejut, saat menerima kabar berpulangnya Bapak Kwik Kian Gie Ekonom senior dan mantan Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas periode 2001-2004. Lagi, bangsa dan rakyat Indonesia telah kehilangan lagi sosok ekonom nasionalis yang konsisten dan bersahaja pro ekonomi pribumi taat menjalankan ideologi Pancasila dan bersih dari korupsi sebagai abdi negara.

Meskipun mendiang dikenal luas publk sebagai keturunan etnik tionghoa, namun sikapnya sebagai pejabat negara lebih "pribumi" daripada orang pribumi sendiri. Sebagai ekonom konstitusi, kami menghormati dan menghargai mendiang yang dengan sukarela mengakui, bahwa ekonomi konstitusi-lah sistem yang harus ditegakkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan yang berjalan saat ini. Bahkan, berani berbeda pandangan dengan pimpinan partai politik yang menempatkannya di dalam kabinet pemerintahan kala itu.

Walaupun, tidak mengenal mendiang Kwin Kian Kie begitu dekat, tapi ada satu sikap nasionalisme yang patut diapresiasi ketika menjadi pimpinan kami di Bappenas. Kala itu, pada tahun 2002 the World Bank (Bank Dunia) menawarkan utang baru yang cukup besar sekira US$500 juta (kurs US$1 = Rp 10.000) atau sejumlah Rp5 triliun. Namun, jumlah itu ditolak oleh Pak Kwik Kian Kie dengan pertimbangan kemampuan keuangan negara dan APBN. Pada akhirnya, terjadi kompromi untuk memotong (slicing) tawaran utang tersebut menjadi dua (2) tahun. Inilah bentuk konsistensi dan integritas seorang pejabat negara yang mungkin sudah jarang atau malah tak ada lagi di dalam pemerintahan?

Inilah keberhasilan (success factor) yang takkan mungkin dilakukan oleh para ekonom kapitalis atau istilah mendiang Barkeley's gank atau anak didik USA yang text book thinking! Kepulangan Pak Kwik Kian Gie tidak lagi menyisakan para ekonom yang berkhidmat pada tegaknya Pasal 33 UUD 1945 yaitu sistem perekonomian ala Indonesia. Tidak banyak ekonom saat ini yang berbeda mazhab ekonomi saat teori ilmu ekonomi yang diajarkan di berbagai Perguruan Tinggi adalah kapitalisme-liberalisme.

Sebagai Ekonom Konstitusi kami turut berduka dan merasa kehilangan mendiang yang sangat kritis dan peduli terhadap nasib rakyat, utang negara serta kemandirian perrkonomian bangsa. Semoga kepergian Pak Kwik yang sudah kami anggap sebagai "guru" dan mantan pejabat pemerintahan ini menjadi hikmah bagi para penyelenggara negara Indonesia. Selamat jalan Pak Kwik!

Salam,

Artikel Lainnya