Jakarta, INDONEWS.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Surabaya terus memperkuat peranannya dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kali ini, PNM menggelar pelatihan “Teknik Foto Produk & Pemasaran Online (TikTok)” di Balai RW 04 Kosagra, Surabaya, Jumat (22/8).
Pelatihan ini diikuti oleh 19 nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan menghadirkan narasumber dari Lembaga Fokus UMKM, yakni Fahmi Tibyan dan Fajar Hanif Wirawan.
“UMKM memiliki peranan vital dalam perekonomian nasional. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu nasabah agar mampu meningkatkan daya saing produknya, tidak hanya secara lokal tetapi juga di pasar yang lebih luas,” ujar Rizal Muttaqien, Staf Pengembangan Kapasitas Usaha PNM Surabaya.
Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro (UMi), PNM tidak hanya menyalurkan pembiayaan melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Mekaar, tetapi juga aktif mendampingi nasabah lewat program klasterisasi. Program ini bertujuan membentuk kelompok usaha binaan agar lebih terarah, memiliki daya saing, serta berkelanjutan.
Khusus di Unit Mekaar Rungkut, PNM menilai ada potensi besar dari produk berbahan dasar biji mangrove. Potensi tersebut akan diarahkan menjadi bagian dari Program Klasterisasi Mekaar unggulan 2025 yang ditargetkan menjadi pusat binaan baru di wilayah Surabaya.
Pelatihan ini turut dihadiri oleh Elfa dari Koperasi Unit Mikro (KUM) Unit Rungkut, perwakilan Person in Charge (PIC) Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Cabang Surabaya, serta rekan-rekan Account Officer (AO) Unit Rungkut.
PNM berharap, melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan intensif, UMKM binaan tidak hanya berkembang secara finansial, tetapi juga mampu bersaing di era digital melalui strategi pemasaran modern, khususnya di platform media sosial seperti TikTok.