Nasional

Hadapi Kegelisahan Masyarakat, PP ISKA Serukan Jalan Dialog dan Rekonsiliasi

Oleh : very - Sabtu, 30/08/2025 14:31 WIB


PP ISKA. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketika menghadapi berbagai perbedaan pendapat maka dialog dan rekonsiliasi adalah pilihan yang lebih manusiawi dan beradab daripada kekerasan.

Demikian seruan Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA) dalam pernyataan menyikapi demonstrasi yang berujung chaos yang berlangsung bebarapa hari ini, baik di Jakarta, maupun di berbagai daerah.

”Dalam menghadapi perbedaan pendapat, jalan dialog dan rekonsiliasi adalah pilihan yang lebih manusiawi dan beradab daripada kekerasan. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, serta bersama-sama mengedepankan dialog yang damai, beradab, dan bermartabat demi persatuan bangsa serta terjaganya martabat kemanusiaan,” ujar Presidium Politik dan Hubungan Antar-Lembaga, Joanes Joko, dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (30/8).

Joanes menyatakan dukacita yang mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pejuang keluarga dan pengemudi ojek online, akibat penangangan unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025).

“Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kasih, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta penghiburan,” ujarnya.

Dalam penyataan yang juga ditandatangani oleh Sekjen PP ISKA, Dr. Ch. Arie Sulistiono, tersebut Joko mengatakan, kebaikan bersama (bonum commune) merupakan tujuan luhur dari hidup berbangsa, yang hanya dapat terwujud melalui keadilan sosial, penghormatan hak asasi, serta solidaritas di antara sesama.

”Kami menegaskan bahwa kritik dan masukan yang disuarakan dalam aksi beberapa hari ini adalah cermin kegelisahan masyarakat dalam menghadapi persoalan hidup nyata saat ini yang dirasakan semakin jauh dari semangat dan cita-cita terwujudnya kebaikan bersama tersebut. Mulai dari ketimpangan ekonomi, ketidakadilan hukum, kerusakan lingkungan, maraknya korupsi hingga aspirasi yang tak tersalurkan,” ujarnya.

Setiap manusia, katanya, diciptakan seturut gambar dan rupa Allah. Karena itu, martabat manusia harus dihormati dan dilindungi dalam setiap situasi. Oleh karena itu, setiap ekspresi aspirasi berupa masukan dan kritik hendaknya ditanggapi secara tepat, proporsional, serta jauh dari tindakan represif apalagi kekerasan yang menimbulkan korban jiwa.

Karena itu, PP ISKA mendesak seluruh pejabat negara dan pemerintahan agar menjadi teladan moral dan panutan publik, dengan membangun komunikasi dan dialog yang penuh empati, sensitif, partisipatif serta mengedepankan kebijaksanaan dalam setiap pernyataan maupun tindakan.

Di tengah tekanan hidup yang kian berat dari berbagai aspek, kata Joko, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran para pemimpin maupun pejabat yang menenangkan. ”Bukan memperuncing keadaan dengan berbagai tindakan dan pernyataan yang kontraproduktif,” pungkasnya. *

 

 

Artikel Lainnya