Olah Raga

PSIM Tekuk Malut United 0-2, Septian David: Kekalahan Bukan Akhir Segalanya

Oleh : donatus nador - Minggu, 31/08/2025 06:59 WIB


PSIM Yogyakarta sukses mengalahkan Malut United pada laga pekan keempat Liga Super yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (30/8) malam.
PSIM Yogyakarta sukses mengalahkan Malut United pada laga pekan keempat Liga Super yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (30/8) malam.

Ternate, INDONEWS.ID-- PSIM Yogyakarta sukses mengalahkan Malut United pada laga pekan keempat Liga Super yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (30/8) malam.

Bermain di kandang Malut, tim tamu PSIM mengakhiri perlawanan tuan rumah dengan skor 0-2. Dua gol Laskar Mataram dicetak Nermin Haljeta (69`) dan Domenica Sheva Maresca (73`).

Kemenangan 0-2 atas Malut membawa PSIM ke peringkat 4 dengan dengan 8 poin, sementara Malut mulai tergusur ke peringkat 6 dengan 5 poin.

Namun, Septian David Maulana tetap optimistis meskipun kalah di kandang. Dalam sesi konferensi pers pasca laga pekan ke-4 BRI Super League 2025-2026 kontra PSIM Yogyakarta, David menyampaikan bahwa kekalahan bukan akhir dari segalanya.

"Kekalahan ini bukan akhir dari segalanya. Masih ada banyak pertandingan yang akan kami hadapi. Kami akan memanfaatkan jeda kompetisi untuk melakukan evaluasi," kata David, Sabtu (30/8/2025).

Sejatinya, Laskar Kie Raha tampil menyerang sejak awal permainan. Namun gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang didapat. Total 11 tembakan dilepaskan dengan 5 diantaranya mengarah tepat sasaran, namun tak ada yang berbuah gol.

Di sisi lain, PSIM yang mendominasi permainan dengan 57 persen penguasaan bola sukses membuat 2 gol dari 10 kali percobaan.

"Pertandingan tadi memang tak berjalan baik. Jeda kompetisi akan kami manfaatkan untuk membenahi segala kekurangan. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat Maluku Utara dan Maluku," ucap Septian.

Hal senada disampaikan pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, yang menyebut anak asuhnya tak menampilkan performa terbaiknya.

"Malam ini para pemain bermain di bawah form terbaiknya. Situasi tersebut menjadi pelajaran bagi kami, kesalahan elementer juga akan kami perbaiki ke depan," kata Hendri.

Juru taktik berusia 59 tahun itu menilai anak asuhnya tak mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki sepanjang pertandingan.

"Kami memiliki banyak peluang, namun tak ada yang berbuah gol. Sebaliknya, PSIM memiliki dua peluang yang bisa dimanfaatkan menjadi gol. Hal ini merupakan salah satu masalahnya," kata Hendri.

Lebih lanjut, Hendri mengatakan, "Kami kecewa dengan hasil ini, tapi perjalanan masih panjang. Saya optimistis Malut United akan kembali ke penampilan terbaik pada pertandingan berikutnya."

Di sisi lain, pelatih kepala PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengakui Malut United merupakan tim yang kuat. Namun, timnya mampu memanfaatkan situasi set piece untuk menciptakan gol.

"Malut United sempat membuat sejumlah peluang berbahaya di babak I. Memasuki babak II kami mampu memperbaikinya dan memaksimalkan situasi set piece yang merupakan salah satu kekuatan kami," ucap Jean-Paul van Gastel.

Kekalahan atas PSIM menghentikan catatan tak terkalahkan Laskar Kie Raha dalam tiga pertandingan sebelumnya . Malut United juga belum mampu meraih kemenangan atas Laskar Mataram dalam tiga pertemuan terakhir (1 imbang, 2 kalah).

Laskar Kie Raha selanjutnya akan bertandang ke markas Persik Kediri dalam lanjutan pekan ke-5 BRI Super League 2025-2026 di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Jumat (12/9/2025) mulai pukul 19.00 WIB atau 21.00 WIT.

Artikel Lainnya