Jakarta, INDONEWS.ID – Prof. dr. Karnen Garna Baratawidjaja yang merupakan seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Alergi-Immunologi Klinik wafat di RS Mayapada Jakarta Selatan, pada Kamis (18/9/2025).
Berita tersebut diungkapkan oleh keluarga beliau melalui pesan singkat di WhatsApp.
”Innalillahi wa innailaihi roojiun...Telah berpulang ke Rahmatullah Bpk. Prof. Karnen Baratawidjaja, AYAHANDA , tercinta sabahat kita: Kak IRIS RENGGANIS , (Universitas Indonesia) angkatan ..77, Kak PRASNA PARAMITA (ITA), angkatan 385, Kak FARAH PRASHANTI (LALA), angkatan 387,” demikian bunyi pesan singkat yang diunggah oleh Meta Hardina, alumni 385 di Jakarta, Kamis.
Rumah duka ada di Bumi Harum Manis Jl. Lebak Bulus I Kav 62, Jakarta Selatan. ”Semoga Almarhum mendapat terbaik disisi-Nya dan diampuni segala dosanya dalam Husnul Khatimah, Aamiin,” katanya.
Almarhum disemayamkan di FKUI, pukul 15.00 dan dimakamkan di Kampung Kandang, pada pukul 16.30.
Asri Hadi, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia angkatan 1984 mengatakan turut berdukacita atas berpulangnya almarhum.
”Semoga almarhum diampuni segala dosanya, dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan, sesuai dengan amal baktinya selama di dunia ini,” ujar Asri Hadi yang juga Pemimpin Redaksi media online berpengaruh, INDONEWS.ID di Jakarta.
Pemred indonews.id itu hadir dirumah duka untuk memberi ucapan selamat berdukacita atas meninggalnya Prof Karnen Baratawidjaja. Untuk diketahui, Asri Hadi dan dr Prasna (puteri almarhum) adalah sama-sama Alumni SMA Negeri 3 Teladan, Jakarta.
Asri Hadi yang lazim disama Bang Buyung dan menyelesaikan pendidikan S2 di Monash University, Australia ini menambahkan, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi peristiwa duka tersebut.
Saat ini, dr. Karnen G. Baratawidjaja berpraktek di Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, dan Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

(Pemred Indonesws.id, Asri Hadi dan dr Prasna- puteri almarhum di rumah duka, Jakarta).
Prof. DR. dr. Karnen Garna Baratawidjaja, Sp.PD, K-AI, FINASIM, FAAAAI lahir pada tanggal 1 Mei 1930 di Ciamis. Beliau telah mengalami perjalanan hidup yang panjang mencakup tiga masa: penjajahan Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan.
Beliau mengalami tumbuh kembang dari lahir hingga berusia 12 tahun pada masa penjajahan Belanda, menjalani usia remaja (12-15 tahun) pada masa penjajahan Jepang, dan selanjutnya menjadi dewasa pada masa awal dan masa mempertahankan kemerdekaan. Beliau berhasil masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan memiliki kesempatan untuk belajar di Kanada.
Pada tahun 1962, setelah beliau mendapatkan ijazah Diploma in Microbiology, University of Toronto. Beliau mendapatkan kesempatan belajar selama tiga bulan di Bagian Hematologi, Toronto General Hospital, tiga bulan di Bagian Reumatologi Sunnybrook Hospital, dan enam bulan di Klinik Alergi Toronto Western Hospital.
Sejak awal diminta untuk mengembangkan alergi-imunologi, Prof. Karnen memulai langkah tersebut dengan berunding dengan Prof. Aryatmo. Saat itu, beliau membentuk Badan Kerja Sama Alergi-Imunologi FKUI. Prof. Karnen sebagai ketua, Prof. Aryatmo sebagai wakil ketua, dan Prof. Siti Budina sebagai sekretaris, sementara Prof. Santoso Cornain masih di Swedia.
Badan Kerja Sama yang berada dibawah naungan Dekan FKUI menyelenggarakan berbagai aktivitas yang bersifat lintas-sektoral. Badan kerja Sama ini kemudian sukses menyelenggarakan kursus beserta praktikum di rumah, yang ketika itu sudah dilengkapi dengan tempat untuk kursus dan pelatihan.
Badan Kerja Sama kemudian melebarkan usahanya dengan mendatangkan tamu pembicara setiap tahun (tersering dari Belanda) untuk menjadi pembicara dalam berbagai topik alergi-imunologi.
Seusai bicara di Jakarta, pembicara dari luar negeri ini dikirimkan ke daerah-daerah yang diminati agar daerah di luar Jakarta dapat pula memperoleh pengembangan wawasan di bidang alergi-imunologi.
Lalu pada tahun 1977 dibentuklah Perhimpunan Alergi Imunologi (PERALMUNI) oleh Prof. Karnen. Prof. Heru dilantik sebagai Sekretaris Jendral yang pertama dan beliau menjabat sebagai Ketua. Sebagai organisasi yang baru dibentuk, tentu masih banyak kekurangan PERALMUNI saat itu.
PERALMUNI merupakan perhimpunan seminat yang menyatukan dokter-dokter umum dan spesialis dengan perhatian khusus di bidang alergi dan imunologi klinik.
Selama ini bernanung di bawah Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), namun untuk memperluas cakupan dan jangkauan dimulailah proses panjang untuk menjadi organisasi seminat dibawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Setelah melalui perjuangan tidak kenal lelah dari para pengurus PERALMUNI pada saat itu dan juga bantuan dari IDI dan PAPDI, maka melalui proses Muktamar IDI di Samarinda (tanggal) ditetapkan PERALMUNI menjadi organisasi seminat langsung di bawah IDI. Proses kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Pusat Peralmuni yang pertama kali dilakukan di Jakarta tanggak 24 Februari 2019. *