Nasional

Prabowo Perintahkan TNI Kawal Eksekusi Penyitaan 100 Ribu Hektare Sawit Ilegal yang Mangkrak 18 Tahun

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 16/10/2025 09:37 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ia memerintahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengawal Kejaksaan dalam mengeksekusi penyitaan dua lahan perkebunan sawit ilegal seluas total 100 ribu hektare. Kedua lahan tersebut sebenarnya telah diputus untuk disita oleh Mahkamah Agung (MA) sejak 18 tahun lalu, namun eksekusinya tak pernah dijalankan.

Pengakuan ini disampaikan Prabowo dalam sesi dialog bersama Chairman dan Editor-in-Chief Forbes, Steve Forbes, di hadapan lebih dari 400 CEO global pada Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.

Prabowo menceritakan bahwa masing-masing lahan memiliki luas 50 ribu hektare dan keduanya terbukti melanggar hukum. Namun, meskipun sudah ada putusan MA, proses penyitaan tersendat hampir dua dekade.

“Putusan Mahkamah Agung itu tidak dieksekusi selama 18 tahun,” ujar Prabowo. Ia menuturkan, Jaksa Agung ST Burhanuddin kemudian melaporkan kepadanya alasan mandeknya eksekusi.

Menanggapi hal itu, Prabowo langsung memberi perintah tegas. “Saya perintahkan TNI: ‘Kalian kawal Kejaksaan! Kawal BPK! Lindungi mereka! Kalian datang ke sana dan sita.’ Kami pun mengambil alih 100 ribu hektare lahan perkebunan itu, dan tak ada masalah,” katanya.

Prabowo menegaskan bahwa tindakan tersebut menjadi bukti komitmennya dalam menegakkan supremasi hukum. Ia juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan, negara telah mengambil alih sekitar 3,7 juta hektare lahan sawit ilegal di berbagai daerah.

Selain penyitaan lahan sawit, Prabowo juga mengungkap langkah keras pemerintah dalam menangani tambang timah ilegal di Bangka dan Belitung. Ia menerima laporan adanya sekitar 1.000 tambang ilegal di dua pulau tersebut, dengan hasil timah yang diselundupkan ke luar negeri. Menurutnya, aktivitas itu menyebabkan hilangnya hingga 80 persen produksi timah nasional dari wilayah tersebut.

“Saya tegaskan ini harus setop!” ujar Prabowo. Ia kemudian memerintahkan operasi terpadu melibatkan kapal tempur, pesawat, helikopter, dan drone untuk memblokade perairan Bangka dan Belitung. Tak ada kapal yang boleh keluar atau masuk tanpa pemeriksaan.

Upaya itu langsung membuahkan hasil. Prabowo mencontohkan satu kejadian ketika aparat menemukan sampan yang mencoba keluar dari blokade, dan di dalamnya ditemukan timah ilegal. “Kami pun langsung menyitanya,” katanya.

Ia meyakini, jika operasi tersebut terus dijalankan, negara bisa mencegah kerugian senilai miliaran dolar AS dan meningkatkan produksi timah nasional mulai tahun depan.

Artikel Lainnya