Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan nasabah melalui kolaborasi strategis dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Melalui program Mekaar Home, PNM menghadirkan solusi pembiayaan perumahan mikro bagi nasabah Mekaar, utamanya perempuan prasejahtera.
Arief menyampaikan bahwa pembiayaan mikro perumahan ini bukan sekadar program tambahan, tetapi bagian dari strategi PNM dalam menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh.
“Ini bagian dari tugas kami untuk mendukung program pemerintah. Kami akan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat yang belum memiliki kelayakan papan agar selanjutnya memiliki rumah lebih layak,” ujarnya.
Arief menekankan, Mekaar Home dirancang sebagai produk pendamping pembiayaan usaha ultra mikro yang selama ini dijalankan PNM. Menurutnya, tempat tinggal yang layak dan aman berperan penting dalam menjaga stabilitas usaha para nasabah.
Sejak diluncurkan, program ini disambut antusias di berbagai wilayah. Di Kota Malang, lebih dari 700 nasabah telah memanfaatkan pembiayaan Mekaar Home. Mereka merasakan langsung kemudahan pencairan, persyaratan ringan, dan proses pengajuan yang sederhana.
Arief menilai antusiasme ini mencerminkan kebutuhan besar masyarakat terhadap akses pembiayaan papan yang aman dan terjangkau.
“Kami tidak hanya mendampingi mereka dalam usaha, tetapi juga memastikan kualitas hidup mereka meningkat seiring berkembangnya ekonomi keluarga,” tambahnya.
Dukungan terhadap program ini turut diperkuat dalam acara Percepatan Capaian Rumah Rakyat Program Pemerintah dan Pembiayaan Mikro Perumahan Melawan Rentenir, yang dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. Dalam kesempatan itu, Menteri PKP menekankan pentingnya penyediaan rumah layak sebagai prioritas Presiden Prabowo, sekaligus upaya membebaskan masyarakat dari pinjaman rentenir.
Sebagai bentuk sinergi pemerintah, sepuluh nasabah perempuan prasejahtera penerima manfaat Mekaar Home menerima pencairan pembiayaan secara simbolis. Salah satunya Mujiati, yang berencana merenovasi dapur demi mendukung usahanya.
“Saya enggak sabar mau langsung perbaiki dapur supaya bisa masak lebih nyaman. Mudah-mudahan penghasilan saya juga ikut bertambah,” ujarnya.
Arief berharap Mekaar Home terus berkembang sebagai program yang memberi dampak ekonomi, sosial, dan psikologis bagi perempuan prasejahtera.
“Dengan akses pembiayaan yang tepat, mereka bisa hidup lebih produktif, mandiri, dan terbebas dari jeratan pinjaman informal yang merugikan,” tutupnya.
PNM meyakini kolaborasi ini akan semakin memperkuat peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpendapatan rendah secara berkelanjutan.