Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi mengungkapkan bahwa PNM kini telah menjangkau 60.260 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia dengan total 16,1 juta nasabah aktif melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Arief dalam Kick Off Program “Mba Maya (Membina dan Memberdaya) 2026” bertema Usaha Berkah dalam Bingkai Ekonomi Syariah yang dibuka Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Menara PNM Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurut Arief, jangkauan layanan PNM saat ini terus berkembang hingga ke desa-desa dan wilayah akar rumput melalui berbagai program pembiayaan dan pendampingan usaha, termasuk Program PNM Mekaar.
“Dengan program yang diluncurkan ini juga ditargetkan semakin berkembang jangkauan PNM ke desa dan kelurahan. Termasuk kami berhasil menggulirkan program PNM Mekaar atau membina ekonomi keluarga sejahtera,” ujar Arief.
Ia menjelaskan, layanan PNM saat ini mencakup 943 ribu kelompok nasabah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat kecil, khususnya perempuan prasejahtera.
Kick Off Program Mba Maya 2026 sendiri merupakan kolaborasi antara PNM dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.
Dalam acara itu turut hadir Direktur Pembiayaan Syariah LPDB KUMKM Ari Permana, Pengurus Pusat MES Siti Ma’rifah, serta nasabah PNM dari berbagai wilayah secara langsung maupun daring.
Sementara itu, Menkop Ferry Juliantono mengapresiasi konsistensi PNM yang terus menggandeng MES sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan Program Mba Maya.
Menurut Ferry, program tersebut menjadi bentuk sinergi nyata dalam pemberdayaan ekonomi rakyat berbasis syariah, terutama untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha kecil.
Berdasarkan laporan yang diterima Menkop, sepanjang 2025 Program Mba Maya telah dilaksanakan melalui 248 kegiatan di 20 kabupaten/kota dan 173 kecamatan dengan total penerima manfaat mencapai 10.924 peserta.
Selain itu, program pendampingan UMKM halal yang dijalankan bersama MES juga telah digelar di tujuh kabupaten/kota dengan total 412 peserta, termasuk pendampingan usaha restoran di Bali.
Ferry menilai program tersebut tidak hanya memberikan edukasi usaha, tetapi juga memperkuat daya saing pelaku UMKM melalui sertifikasi halal dan pengembangan ekosistem usaha syariah hingga ke daerah 3T.