Jakarta, INDONEWS.ID – Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kerja sama dengan Badan Bank Tanah, khususnya bagi kelompok perempuan prasejahtera.
Menurut Arief, kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini kami berkomitmen untuk bersama-sama membuka akses, membuka peluang, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera di Indonesia,” ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/4).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara PNM dan Badan Bank Tanah, yang bertujuan memberdayakan subjek reforma agraria di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat naik kelas secara ekonomi melalui penguatan kapasitas usaha.
Arief menjelaskan, lokasi-lokasi HPL yang dikelola Badan Bank Tanah berpotensi besar menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif masyarakat. Melalui pendekatan pemberdayaan, PNM akan menghadirkan pendampingan usaha, peningkatan keterampilan, hingga pembentukan ekosistem ekonomi yang inklusif.
“Tidak hanya pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha dan peningkatan kapasitas agar masyarakat mampu mengembangkan potensi ekonominya secara optimal,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kelompok usaha perempuan sebagai pilar ekonomi berbasis komunitas. Menurutnya, keberadaan kelompok usaha yang solid akan menciptakan dampak berkelanjutan, baik secara ekonomi maupun sosial.
“Bayangkan jika di setiap titik pengelolaan lahan tumbuh kelompok-kelompok usaha perempuan yang kuat, saling mendukung, dan mandiri. Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga menciptakan komunitas yang berdaya dan sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, menegaskan bahwa reforma agraria yang dijalankan tidak hanya berfokus pada distribusi lahan, tetapi juga peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia menyebut sinergi dengan PNM menjadi langkah strategis agar pemanfaatan lahan di atas HPL mampu memberikan nilai tambah yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.