Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Pati terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro agar naik kelas dan mencapai kesejahteraan berkelanjutan. Wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar di Pendopo Kartini Jepara, Rabu (22/10/25).
Mengusung tema “UMKM Bumi Kartini Go Digital, Mewujudkan UMKM Naik Kelas”, acara ini diikuti 500 nasabah PNM Mekaar dan ULaMM dari wilayah sekitar. Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, serta perwakilan dari OJK, BRI, dan Pegadaian.
Beragam kegiatan disuguhkan dalam acara ini, mulai dari pelatihan literasi keuangan, pelatihan digitalisasi usaha, pameran produk unggulan lokal, hingga pertunjukan seni daerah.
Pimpinan Cabang PNM Pati, Budianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial PNM untuk membantu para pelaku usaha ultra mikro lebih adaptif menghadapi era digital.
“Terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati atas dukungannya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendukung pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Budianto.
Lebih lanjut, Budianto menegaskan bahwa PNM tidak hanya memberikan modal finansial, tetapi juga menghadirkan modal sosial dan intelektual melalui pendampingan dan pelatihan berkelanjutan.
“Kami ingin para pengusaha ultra mikro bisa berkembang, naik kelas, dan bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Hingga September 2025, PNM Cabang Pati telah memberdayakan 375.155 nasabah melalui 94 unit layanan PNM Mekaar dan 12 unit layanan PNM ULaMM yang tersebar di 6 kabupaten/kota, 95 kecamatan, dan 1.538 desa. Didukung 1.550 tenaga pendamping aktif, PNM memastikan setiap pelaku usaha memperoleh bimbingan intensif agar mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
Budianto menambahkan, kehadiran Wakil Bupati Jepara dalam kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi antara PNM dan pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat akar rumput.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kerja bersama agar pelaku UMKM benar-benar bisa tumbuh dan mandiri,” tutupnya.