Nasional

Bongkar Temuan Mengejutkan di Balik Proyek Coretax, Menkeu Purbaya: Kualitas Kodenya Selevel Lulusan SMA

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 25/10/2025 16:32 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan temuan mencengangkan terkait proyek sistem Coretax yang dikerjakan oleh LG CNS–Qualysift Consortium. Menurutnya, kualitas sebagian kode pemrograman dalam sistem tersebut dinilai jauh di bawah standar profesional.

“Begitu mereka dapat source code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA, jadi yang dikasih ke kita bukan orang jago-jagonya kelihatannya,” ungkap Purbaya kepada awak media di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Purbaya menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, timnya menemukan sejumlah kelemahan teknis, mulai dari celah keamanan (security hole) hingga kinerja sistem yang buruk pada masa awal peluncuran.

Namun, ia menegaskan kondisi tersebut kini telah berubah drastis setelah serangkaian perbaikan internal dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Sekarang security-nya Coretax sudah bagus sekali. Dulu saya bilang cybersecurity-nya 30 dari 100, sekarang sudah 95 plus, jadi nilainya sudah A plus,” ujar Purbaya.

Menurutnya, peningkatan keamanan dan performa sistem tersebut dicapai berkat kolaborasi intensif dengan para ahli keamanan siber dalam negeri, termasuk melibatkan hacker-hacker Indonesia berprestasi di level internasional untuk menguji ketahanan Coretax terhadap berbagai potensi serangan.

Purbaya memaparkan, dalam waktu relatif singkat, sistem yang sebelumnya berada pada level D–E kini telah mencapai tingkat kinerja A+, dengan skor non-transaksional mencapai 95 dari 100.

Meski demikian, ia mengakui proses perbaikan sempat terhambat karena kode sumber (source code) masih dipegang oleh pihak pengembang asal Korea Selatan.

“Memang sempat tersendat karena source code masih dipegang mereka, tapi setelah kita dapat akses penuh, perbaikan bisa dilakukan cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya menilai proyek Coretax yang digarap sejak empat tahun lalu itu kurang memiliki kontrol mutu yang ketat. Ia menduga proses uji kualitas (quality control dan quality assurance) tidak dijalankan secara optimal sebelum sistem diluncurkan ke publik.

“Sepertinya quality control-nya, quality assurance-nya, tidak dilakukan dengan baik pada waktu itu sebelum diluncurkan,” tegasnya.

Sistem Coretax sendiri merupakan proyek modernisasi administrasi perpajakan nasional yang digadang-gadang menjadi tulang punggung digitalisasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Meski sempat menuai kritik karena keterlambatan dan isu teknis, pemerintah kini optimistis Coretax akan menjadi sistem perpajakan digital yang lebih aman, efisien, dan transparan.

Artikel Lainnya