Nasional

PNM Beri Beasiswa Bahasa Inggris bagi 100 Siswa dan Pengajar Cerebral Palsy di Jakarta

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 29/10/2025 19:07 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan Indonesian Disability Institute (INDISI) memberikan beasiswa belajar Bahasa Inggris kepada 100 siswa dan pengajar penyandang cerebral palsy di Jakarta.

Beasiswa tersebut diberikan kepada peserta dari Sekolah Luar Biasa Tuna Daksa (SLBD) D1 Yayasan Peduli Anak Cacat (YPAC) Jakarta dan SLBN 01 Jakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, memperluas wawasan global, serta menumbuhkan rasa percaya diri bagi para penyandang disabilitas.

Sebagai informasi, cerebral palsy merupakan gangguan perkembangan gerak dan postur tubuh akibat kelainan otak sejak dini yang berdampak pada kemampuan motorik dan komunikasi penderitanya. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023, tercatat lebih dari 4.000 anak di Jakarta hidup dengan kondisi tersebut dan membutuhkan pendidikan yang inklusif serta pembelajaran adaptif.

Program pelatihan Bahasa Inggris ini akan berlangsung selama satu tahun penuh dengan metode blended learning, yaitu perpaduan antara pembelajaran daring melalui aplikasi BAHASO dan kelas tatap muka setiap hari.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan bahwa dukungan terhadap penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun masyarakat inklusif.

“Pemuda dengan cerebral palsy adalah bagian dari masa depan bangsa yang tak boleh dipandang sebelah mata, terlebih di momen Sumpah Pemuda ini. Kami belajar banyak dari mereka tentang keteguhan, semangat, dan tekad untuk terus menjadi inspirasi bagi jutaan pemuda lainnya di Indonesia,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10).

Kepala Sekolah SLB-D1 YPAC Jakarta, Ai Ucu Rosida, turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan PNM yang telah memberikan ruang dan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.

“Program ini menjadi bukti bahwa setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan bermakna agar memiliki harapan yang setara,” ucap Ai Ucu.

Lebih lanjut, Arief menegaskan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi merupakan bagian dari komitmen PNM untuk menciptakan masyarakat inklusif dan berdaya.
PNM ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan berkembang sesuai potensinya, tanpa terkecuali.

Program ini juga menjadi langkah perluasan fokus pemberdayaan PNM yang sebelumnya identik dengan sektor ekonomi, kini merambah ke sektor pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas. Sebelumnya, program serupa telah dijalankan di 13 kota, antara lain Semarang, Tegal, Yogyakarta, Makassar, Purwokerto, Denpasar, Pontianak, Bandung, Balikpapan, Bekasi, Surabaya, Jambi, dan Jember.

Melalui inisiatif ini, PNM berharap semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga momentum untuk menguatkan nilai-nilai kesetaraan, pemberdayaan, dan keberanian melangkah maju bagi seluruh anak bangsa.

Artikel Lainnya