Nasional

Cinta Ditolak, Kisah Oknum Polisi Nekat Habisi Nyawa Seorang Dosen Perempuan di Bungo Jambi

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 03/11/2025 08:12 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Warga Perumahan Al Kausar Residence, Kabupaten Bungo, Jambi, digegerkan oleh penemuan jasad seorang dosen perempuan bernama Erni Yuniati (37) pada Minggu (2/11/2025). Belakangan terungkap, pelaku pembunuhan tersebut adalah oknum polisi berinisial W (22) atau Bripda Waldi, anggota Polres Tebo.

Ketua Lingkungan Perumahan Al Kausar Residence, Madin Maulana, mengungkapkan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. “Beliau tinggal sendirian di rumah itu, belum menikah, dan jarang keluar kecuali untuk berangkat atau pulang kerja,” tutur Madin kepada wartawan.

Meski demikian, Madin mengenang korban sebagai pribadi yang ramah dan tidak pernah menyinggung orang lain. “Baik orangnya, cuma tidak banyak cerita,” tambahnya. Ia berharap kasus ini segera terungkap agar keluarga korban dan warga sekitar merasa tenang.

Madin menjadi salah satu saksi pertama saat jasad korban ditemukan. Menurutnya, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB, sejumlah rekan kerja korban dari kampus datang ke perumahan karena Erni sudah dua hari tidak mengajar dan tidak bisa dihubungi.

“Mereka khawatir, jadi kami sepakat mendobrak pintu rumah. Saat masuk, saya melihat korban sudah terbujur, wajahnya tertutup bantal,” ungkap Madin.

Ia menambahkan, tidak ada bau menyengat atau suara mencurigakan sebelumnya. Setelah melihat kondisi korban, warga segera menghubungi Polres Bungo. “Waktu itu semua kaget dan banyak yang menangis,” ujarnya.

Polres Bungo bergerak cepat dan akhirnya berhasil mengungkap identitas pelaku pembunuhan. Dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun Facebook Tribun Jambi, Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengonfirmasi bahwa pelaku adalah Bripda Waldi, anggota Polres Tebo.

“Pelaku telah mengakui perbuatannya. Motif sementara diduga berkaitan dengan masalah pribadi dan hubungan asmara, namun penyidik masih mendalami kemungkinan motif lain,” jelas Kapolres.

Menariknya, pelaku diketahui menggunakan wig saat beraksi untuk menyamarkan identitasnya. “Dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, pelaku terlihat gondrong karena mengenakan wig. Ini menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan,” tambahnya.

Kapolres Bungo menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan, tanpa adanya perlakuan istimewa meskipun pelaku merupakan anggota kepolisian.

“Tidak ada yang ditutupi. Penegakan hukum akan berjalan objektif,” tegas AKBP Natalena.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Jambi, mengingat korban dikenal sebagai akademisi berprestasi dan pelaku adalah aparat penegak hukum. Pihak kepolisian berkomitmen menuntaskan penyelidikan hingga tuntas agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan.

Artikel Lainnya