Nasional

Mahasiswa di Sibolga Tewas Dikeroyok di Halaman Masjid Agung, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 03/11/2025 20:16 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Seorang mahasiswa bernama Arjuna Tamaraya (21) tewas setelah dikeroyok oleh sejumlah orang di halaman Masjid Agung Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Jumat (31/10/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rustam E. Silaban menjelaskan bahwa pengeroyokan yang berujung maut itu bermula ketika korban hendak beristirahat di dalam masjid. Salah seorang pelaku kemudian menegurnya agar tidak beristirahat di area tersebut. Namun, korban tetap memilih untuk beristirahat di dalam masjid.

“Pelaku yang menegur korban lalu memanggil rekan-rekannya hingga terjadi pengeroyokan terhadap korban Arjuna,” kata Rustam, Senin (3/11/2025).

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat di bagian kepala. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, korban sempat tak sadarkan diri usai dianiaya. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Dr. F.L. Tobing Sibolga, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (1/11/2025) pukul 05.55 WIB.

Peristiwa tragis ini dilaporkan ke pihak kepolisian dengan nomor LP/A/8/X/2025/SPKT.SATRESKRIM/POLRES SIBOLGA/POLDA SUMUT, pada tanggal 31 Oktober 2025.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Sibolga bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku. “Begitu mendapat laporan dan hasil rekaman CCTV, tim langsung melakukan penyelidikan intensif,” ujar Rustam.

Hasilnya, dalam waktu kurang dari 24 jam, tiga pelaku berhasil ditangkap. Mereka adalah ZP alias A (57), HB alias K (46), dan SS alias J (40). Ketiganya diduga terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain rekaman CCTV Masjid Agung Sibolga, satu buah kelapa yang digunakan pelaku, pakaian korban, topi hitam bertuliskan “Brooklyn New York”, serta tas hitam merek Polo Glad.

Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Artikel Lainnya