Nasional

Pemutihan BPJS, Pakar Kesehatan: Jangan Sampai Timbulkan Kecemburuan

Oleh : rio apricianditho - Kamis, 06/11/2025 16:34 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah dalam waktu dekat bakal menghapus tunggakan BPJS, namun kebijakan tersebut mengundang pro dan kontra banyak pihak. Salah satunya ahli kesehatan masyarakat yang menilai jangan sampai kebijakan itu menimbulkan kecemburuan peserta yang rajin membayar iuran, dan mereka harus diberi keuntungan juga setidaknya potongan iuran. 

Dr Yusuf Kristianto MPH, PHD, dalam dialog di stasiun TV mengatakan, buat mereka yang rutin, meski pas-pas tapi rutin membayar BPJS harus memberikan bonus. Bonus apa? bisa saja membayar 12 bulam mendapat potongan 2 - 1 bulan, supaya mereka tidak merasa sia-sia membayar iuran. 

Menurutnya, jangan sampai ada yang berpikiran negatif, misalnya mereka sengaja menunggak dan berharap ada pemutihan seperti kebijakan yang segera dijalankan itu. "Kita juga suka ketemu orang-orang di rumahsakit yang didektesi terkena kanker, lalu cepat-cepat daftar BPJS. Ini juga gak fair", tambahnya. 

BPJS inikan 'saweran' bersama gotong royong agar kita saling membantu, jangan sampai ada kesan sengaja menunggak dan menunggu pemutihan saja. BPJS ini kesepakatan agar kita betsama-sama menjaga kesehatan, agar masyarakat mampu melindungi masyarakat yang tak seberuntung mereka dengan adanya BPJS. 

Karena itu, ia kembali mengingatkan agar pemerintah juga memberikan bonus pada mereka yang rutin membayar iuran agar tak ada yang sengaja menunggak iuran. Dan juga pelayanannya dinaikan, jangan sampai pelayanan di Jakarta, Bandung, Semarang tidak setara dengan pelayanan di NTT atau Papua. Ini harus sama karena standarnya sama, jadi masyarakat tidak merasakan kesenjangan.

Artikel Lainnya