Nasional

Inilah Profil Irjen Gatot Repli Handoko, Jenderal yang Sebut Polisi adalah "Babu" Masyarakat, Hartanya Bikin Cengang

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 22/11/2025 08:16 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID -  Dosen Kepolisian Utama Tingkat I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Gatot Repli Handoko, menegaskan bahwa institusi kepolisian pada hakikatnya adalah pelayan publik. Karena itu, setiap masukan dan kritik dari masyarakat harus dipandang sebagai energi untuk memperbaiki kinerja Polri, bukan sebagai ancaman.

Hal tersebut disampaikan Gatot dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Reformasi Polri: Harapan Menuju Institusi Penegakan Hukum yang Profesional dan Humanis” di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/11/2025).

“Yang paling penting adalah mindset, pola pikir. Pola pikir ini sampai ke bawah harus benar-benar budaya pelayanan. Istilahnya kami ini babunya, kami babunya masyarakat,” ujar Gatot.

Menurut Gatot, pelayanan kepolisian harus hadir hingga tingkat paling bawah demi memastikan rasa aman di tengah masyarakat. Ia menekankan, perubahan pola pikir di internal Polri menjadi kunci mewujudkan institusi yang profesional, humanis, dan dekat dengan publik.

“Jadi, kita harus mengedepankan pelayanan, dan diharapkan juga ke depan semua yang berkaitan dengan aspirasi, kritik, masukan bagi kami bukan suatu hal yang bertentangan, tetapi menjadi asupan energi untuk lebih berkembang,” tambahnya.

Profil Singkat Irjen Gatot Repli Handoko

Irjen Pol Gatot Repli Handoko lahir pada 1 April 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 dan sejak awal karier banyak berkecimpung di fungsi pengamanan hingga komunikasi publik Polri.

Saat menjabat sebagai Karo Multimedia Divhumas Polri, Gatot berperan dalam pengelolaan konten digital Polri, memperkuat strategi komunikasi di media daring, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk membuka akses informasi yang lebih transparan kepada publik.

Selain memiliki rekam jejak panjang di kepolisian, Irjen Gatot Repli Handoko juga tercatat melaporkan harta kekayaannya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2021 yang disampaikan pada 3 Februari 2022.

Dalam laporan tersebut, Gatot melaporkan total kekayaan sebesar Rp 100 juta, yang terdiri dari: Satu unit mobil Suzuki keluaran 2013 senilai Rp 75 juta dan simpanan kas sebesar Rp 25 juta.

Sikapnya yang menekankan pentingnya pelayanan serta keterbukaan terhadap kritik dinilai sejalan dengan agenda reformasi Polri menuju institusi penegak hukum yang semakin profesional, humanis, dan akuntabel di mata masyarakat.

Gatot pernah menjabat di sejumlah posisi penting, di antaranya:

  • Gadik Madya SPN Polda Jatim

  • Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya Polda Jatim (2013)

  • Wadirsabhara Polda Bengkulu (2015)

  • Kabag Produk Kreatif Romulmed Divhumas Polri (2019)

  • Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri (2020)

  • Kabidhumas Polda Jatim (2020)

  • Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri (2022)

  • Karo Multimedia Divhumas Polri (2022)

  • Dosen Kepolisian Utama Tk. I STIK Lemdiklat Polri (2025).

 

Artikel Lainnya