Nasional

Sembunyikan Rp14 Miliar di Rumah, Uang Pria Disita Polisi dan Gagal Direbut Kembali

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 22/11/2025 08:33 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Seorang pria di Kanada bernama Marcel Breton gagal mendapatkan kembali uang tunai miliknya sendiri senilai lebih dari 1,2 juta dollar Kanada (sekitar Rp 14 miliar) yang disita negara. Uang itu selama bertahun-tahun ia sembunyikan di berbagai sudut rumah dan propertinya, termasuk di dalam bak plastik yang dikubur.

Kasus ini bermula pada 1 Desember 2009, ketika polisi mendatangi properti pedesaan milik Breton di pinggiran Thunder Bay, Ontario, untuk mencari senjata api ilegal. Dalam proses penggeledahan, sebagaimana tercantum dalam dokumen pengadilan yang dikutip CNN, polisi justru menemukan uang tunai dalam jumlah besar.

Di dalam saluran pemanas lantai ruang tamu, polisi menemukan 15.000 dollar Kanada (sekitar Rp 177 juta). Di garasi, aparat kembali menemukan sekitar 32.000 dollar Kanada (sekitar Rp 379 juta) yang disembunyikan di berbagai titik. Temuan terbesar berada di dalam bak karet berisi uang lebih dari 1,2 juta dollar Kanada yang dikubur di bawah bangunan garasi.

Selain uang, polisi juga menemukan narkoba, antara lain kokain, ganja, dan ekstasi. Temuan itu disebut aparat sebagai sesuatu yang sangat mencengangkan.

Dibebaskan karena Penggeledahan Tak Sah, Uang Tetap Disita

Akibat penggeledahan tersebut, Marcel Breton ditangkap dan didakwa atas berbagai pelanggaran, termasuk kepemilikan hasil kejahatan. Ia sempat dinyatakan bersalah. Namun, dalam persidangan ulang, Breton berhasil membuktikan bahwa penggeledahan propertinya dilakukan secara tidak sah. Ia kemudian dibebaskan dari tuntutan pidana.

Meski demikian, persoalan uang tunai yang ditemukan di propertinya tidak berhenti. Uang tersebut menjadi objek perkara perdata terpisah yang berlarut-larut hingga naik ke pengadilan tingkat banding.

Pada Senin (17/11/2025), Pengadilan Banding Ontario menguatkan putusan tahun 2023 yang menyatakan bahwa sebagian besar uang tunai yang disita harus diserahkan kepada pemerintah.

Dalam putusan sebelumnya, Hakim Bruce Fitzpatrick menilai sangat tidak lazim ada orang yang menyimpan uang tunai sebesar itu di dalam bak plastik yang dikubur di bawah properti. Ia juga mencatat bahwa pecahan uang yang paling umum ditemukan di rumah Breton adalah 20 dollar Kanada, pecahan yang kerap dikaitkan dengan transaksi perdagangan narkoba.

Dokumen pengadilan juga mengungkap bahwa Breton tidak melaporkan pendapatan apa pun kepada Badan Pendapatan Kanada antara 2001 hingga 2008. Fitzpatrick tidak mempercayai penjelasan Breton yang mengklaim uang tersebut berasal dari kemenangan lotere, kasino, serta keuntungan bisnis reparasi kendaraan.

Hakim kemudian memerintahkan agar sebagian besar uang tunai tersebut dirampas untuk negara, sebuah keputusan yang kini telah dikuatkan oleh Pengadilan Banding Ontario.

Perdebatan Hukum Soal Penyitaan Uang

Kasus ini memicu perdebatan di kalangan akademisi hukum Kanada. Sanaa Ahmed, asisten profesor hukum di Universitas Calgary, menyebut perkara ini sebagai contoh konflik tajam dalam dunia hukum.

“Dihadapkan dengan fakta-fakta seperti ini, pengadilan sering kali menemukan cara untuk membenarkan penyitaan uang dan dengan demikian menghukum terdakwa, meskipun mereka mungkin telah dibebaskan,” ujarnya kepada CNN melalui email. Ia mengingatkan bahwa aturan hukum sejatinya dibuat untuk menghindari penilaian yang terlalu subjektif dari para hakim.

Pandangan lain disampaikan Michelle Gallant, profesor hukum di Universitas Manitoba. Menurutnya, Breton memikul tanggung jawab untuk membuktikan bahwa uang tersebut diperoleh secara sah.

Gallant menekankan, uang tunai merupakan alat pembayaran utama dalam peredaran narkoba. “Sumber sah apa yang mungkin mendasari dolar yang dimasukkan ke dalam tong dan dikubur? Mengapa menguburnya? Setidaknya setiap hari, Anda bahkan akan mendapatkan bunga,” ujarnya.

Meski sebagian besar uangnya dirampas negara, putusan pengadilan tak sepenuhnya merugikan Breton. Pengadilan banding menguatkan penilaian Hakim Fitzpatrick yang menyatakan bahwa Breton berhak menyimpan 15.000 dollar Kanada yang ditemukan di dalam ventilasi rumah.

Hakim menilai, masih ada kemungkinan masuk akal bahwa uang tunai tersebut diperoleh secara legal sehingga tidak dapat serta merta dikategorikan sebagai hasil kejahatan. Dengan demikian, hanya sebagian kecil dari total uang yang disita negara yang akhirnya tetap kembali ke tangan Marcel Breton.

Artikel Lainnya