Jakarta, INDONEWS.ID - Pemutaran perdana film layar lebar NIA memikat banyak komunitas untuk menghadirinya. Film NIA diangkat dari kisah nyata tentang perjuangan gadis belia yang menjadi tulang punggung keluarga, yang meninggal di tangan seorang pecandu narkotika.
Para tokoh penggerak anti narkoba yang tergabung dalam wadah Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) diantaranya Ruliadi, Asri Hadi, TB. Dodon, Sri Hayuni, Dik Dik Kusnadi, Raden Dewi Gumay, Donny Forza turut hadir dalam Gala Premiere film NIA, yang berlangsung pada Senin, 24 Nopember 2025 (24/10/2025) di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ruliadi Ketum FOKAN mengapresiasi upaya Yayasan Garuda Pertiwi Indonesia (YGPI) yang menginisiasi pembuatan film layar lebar NIA. "Kami tentu saja mendukung dan berbahagia atas keberhasilan tim YGPI sehingga film yang sarat makna ini dapat tayang perdana di bioskop. Ini juga semacam pelecut bagi organisasi lain agar melakukan langkah kongkrit menciptakan karya - karya agar masyarakat tercerahkan dari bahaya penyalagunaan narkotika"
Pemutaran perdana film NIA diawali oleh persembahan kesenian dan tarian yang spektakuler dari Minangkabau, serta sambutan dari Ketum Yayasan Garuda Pertiwi Indonesia Desy Natalia Kristanty, pimpinan Gebu Minang serta Aditya Gumay mewakili produser film Nia.
Asri Hadi sebagai tokoh senior anti narkoba sangat bangga bahwa film NIA menginspirasi banyak warga Indonesia, dengan mengangkat aspek budaya dan keindahan alam Sumatera Barat.
"Selain pesan tentang bahaya narkoba, film NIA mencerminkan budaya gotong - royong warga minang. Saling membantu sesama di kala susah dan dapat menjadi daya tarik tersendiri dengan keindahan alam Sumatera Barat. Kami mengajak warga masyarakat berduyun - duyun datang ke bioskop menyaksikan film NIA" pesan Asri Hadi dari lokasi Nobar.
Penonton sangat antusias hingga berdesakan di lokasi Nobar film NIA. Tampak para pemain dan artis pendukung turut hadir dan menyapa para penonton.
Sementara TB. Dodon Ferdian tokoh anti narkoba FOKAN dan juga ketua IKRW menyampaikan pesan khusus tentang film NIA. "Kolaborasi yang sangat baik dengan menggabungkan drama, pesan tentang bahaya narkoba dan perjuangan hidup yang dijalani dengan kesungguhan menjadi aroma khas dalam film NIA. Kami yakin film ini dapat diterima dengan baik oleh khalayak masyarakat Indonesia. Mari cintai karya seni mayarakat Indonesia, film NIA banyak memberi pesan mendalam dalam kehidupan kia sehari - hari," demikian diungkap TB. Dodon seusai Nobar.