Jakarta, INDONEWS.ID - Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) menggelar audiensi dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, menandai komitmen kuat kedua pihak untuk memperkuat tata kelola pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Agama menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan integritas seluruh aparatur yang terlibat dalam proses pengadaan.
“Semua pejabat, termasuk eselon I, harus memahami pengadaan. Jangan pernah main-main dengan pengadaan, karena sedikit saja keliru, dampaknya besar dan berisiko. Saya ingin memastikan tidak ada satu pun aparatur Kemenag yang tersangkut kasus pengadaan di masa kepemimpinan saya,” tegas Menteri Nasaruddin Umar.
Beliau juga menekankan bahwa seluruh pelaksana pengadaan wajib memilki pengetahuan serta sertifikasi, sebagai bentuk profesionalisme dan langkah untuk menghindari kesalahan administratif maupun hukum. Menteri meminta agar IAPI dapat turut serta memberikan pembinaan, pendampingan, dan pelatihan secara masif kepada seluruh jajaran Kemenag, mulai dari pusat hingga daerah, termasuk unit-unit pendidikan.
Sementara itu, Ketua Umum IAPI, Andi Zabur Rahman, S.Kom., S.Si., MBA, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Menteri Agama serta menegaskan kesiapan IAPI untuk mendukung berbagai program Kemenag.
“IAPI adalah organisasi profesi yang menaungi para ahli pengadaan di seluruh Indonesia. Dengan jaringan pengurus di 38 provinsi dan pengalaman lebih dari 17 tahun, IAPI siap menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kompetensi SDM pengadaan dan memastikan seluruh proses PBJ berjalan akuntabel, transparan, dan berintegritas,” ujar Andi Zabur Rahman.
IAPI juga menawarkan kerja sama yang lebih sistematis, mencakup pendampingan teknis, pelatihan berbasis regulasi terbaru , pembinaan integritas, hingga pemberdayaan UMK/ULM pesantren agar dapat masuk ke ekosistem e-Katalog nasional. Upaya ini sejalan dengan visi Kemenag untuk mendorong tata kelola yang bersih sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Menteri Agama menyambut baik upaya tersebut dan menegaskan bahwa sinergi dengan IAPI sangat dibutuhkan untuk menghadirkan praktik PBJ yang lebih baik. Beliau secara khusus menyoroti pentingnya pendampingan di seluruh jaringan Kemenag agar aparatur lebih siap menghadapi perubahan regulasi dan tuntutan akuntabilitas publik.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti pertemuan ini secara lebih teknis . Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan publik di Kementerian Agama melalui pengadaan yang profesional, aman, dan berorientasi pada nilai manfaat.
Audiensi berjalan sangat positif dan menjadi awal sinergi besar antara IAPI dan Kementerian Agama dalam memperkuat integritas pengadaan pemerintah.