Nasional

Asri Hadi Hadiri Pembukaan Pameran "Kemilau Toeti Heraty 92 Tahun: Menyingkap Pretensi" di Cemara 6 Galeri

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 27/11/2025 15:54 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Pemimpin Redaksi indonews.id, Asri Hadi, menghadiri pembukaan pameran "Kemilau Toeti Heraty 92 Tahun: Menyingkap Pretensi" yang digelar di Cemara 6 Galeri, Jl. HOS Cokroaminoto No. 9–11, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Acara pembukaan pameran ini dihadiri puluhan undangan, mulai dari para pemerhati budaya, tokoh masyarakat, akademisi, hingga kerabat dan keluarga almarhumah Toeti Heraty.

Suasana pembukaan berlangsung hangat dan khidmat, sekaligus menjadi momen mengenang sosok cendekiawan perempuan yang berpengaruh besar dalam dunia filsafat, seni, dan kebudayaan Indonesia.

Pameran “Kemilau Toeti Heraty 92 Tahun: Menyingkap Pretensi” dibingkai dari tema yang terinspirasi dari salah satu buku kumpulan puisinya, Mimpi-mimpi dan Pretensi.

Melalui karya-karya seni dalam koleksinya, Toeti Heraty memproyeksikan kebebasannya sebagai cendekiawan perempuan pada masa ketika medan seni dan kebudayaan masih didominasi laki-laki.

Dalam konteks pameran ini, “mimpi” ditafsirkan sebagai simbol kesetaraan dalam kebebasan berekspresi, sementara “pretensi” merefleksikan realitas bahwa perempuan pada masa itu masih dibatasi oleh berbagai hal sehingga kerap harus “berpretensi” untuk mengungkapkan gagasan dan mimpinya.

Pameran ini sekaligus mengajukan pertanyaan reflektif: apakah perempuan hari ini sudah benar-benar tak perlu lagi berpretensi untuk menyuarakan mimpi-mimpinya?

Pameran akan berlangsung pada 28 November hingga 7 Desember 2025, setiap hari pukul 10.00–17.00 WIB, dan terbuka untuk umum. Publik dapat menikmati koleksi seni serta ruang refleksi atas pemikiran dan perjuangan Toeti Heraty dalam isu kesetaraan dan gender.

Toeti Heraty dikenal sebagai doktor pertama di bidang filsafat dari Universitas Indonesia. Semasa hidupnya, ia juga lama bermukim di Belanda untuk memperluas wawasan dan pengetahuannya.

Selain sebagai filsuf, ia dikenal sebagai penyair, pemikir, dan budayawati yang konsisten mengangkat tema perempuan, kemanusiaan, dan kebebasan berpikir.

Cemara 6 Galeri sendiri telah berdiri sejak 1993 dan menjadi ruang pamer bagi para pelaku seni dan budaya. Di kompleks ini juga terdapat perpustakaan dengan ribuan buku dari berbagai disiplin ilmu yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan di bidang seni dan budaya.

Pameran “Kemilau Toeti Heraty 92 Tahun: Menyingkap Pretensi” menjadi salah satu upaya merawat warisan intelektual dan kultural almarhumah bagi generasi hari ini.

Biografi Singkat Toeti Heraty

Dikutip dari Ensiklopedia Sastra Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Toeti menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia hingga tingkat sarjana muda bidang kedokteran, pada 1951-1955.

Kemudian, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1955—1962). Toeti juga kuliah filsafat dan mendapat gelar sarjana filsafat dari Rijks Universiteit, Leiden, Belanda (1974). Ia meraih gelar Doktor Filsafat dari Universitas Indonesia (1979) melalui disertasi yang diterbitkan sebagai buku dengan judul Aku dalam Budaya (1982).

Selain mengajar, Toety juga aktif menulis sajak pada 199. Namun, karyanya baru dibukukan dalam kumpulan puisi yang pertama, yakni Sajak-Sajak 33 (1973), tepat ketika usianya 43 tahun. Kumpulan sajak berikutnya, Dunia Nyata, ditulis antara 1966 dan 1969, hingga kini belum diterbitkan.

Kemudian, kumpulan sajak Mimpi dan Pretensi terbit pada 1982. Toeti juga menjadi editor bunga rampai Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (1979) antologi puisi penyair wanita Indonesia. Bersama A. Teeuw, Toeti menjadi editor Manifaestasi Puisi Indonesia-Belanda (1986).*

Artikel Lainnya