Nasional

Viral Video Korban Banjir di Tapteng Menjarah Minimarket, Polisi Turun Tangan

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 30/11/2025 06:59 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan situasi tidak kondusif di kawasan terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga tampak melakukan penjarahan terhadap sebuah minimarket.

Peristiwa itu diketahui terjadi di Desa Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Sabtu (29/11/2025). Dalam video, terlihat puluhan warga masuk ke dalam minimarket dan mengambil berbagai bahan makanan dari rak-rak yang ada di dalam toko.

Aksi nekat ini diduga dipicu oleh kondisi warga yang mulai kelaparan setelah terisolasi akibat bencana alam banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapteng dan Kota Sibolga sejak Selasa (24/11/2025) lalu hingga hari ini.

Akses jalan menuju kedua daerah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan karena banyak ruas jalan tertimbun material longsor. Situasi ini menghambat distribusi logistik dan membuat warga kesulitan mendapatkan pasokan makanan dan kebutuhan pokok.

Sementara itu, bantuan dari pemerintah pusat dan daerah baru bisa dikirimkan melalui jalur udara pada Jumat (28/11/2025). Sebelumnya, pengiriman bantuan terkendala cuaca buruk yang membuat pesawat tidak bisa masuk ke wilayah terdampak.

Menanggapi video penjarahan tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyatakan bahwa kepolisian sudah menangani kejadian itu melalui Polres Tapanuli Tengah. Petugas kepolisian telah berada di lokasi untuk mengamankan situasi.

"Kami memantau situasi, mengumpulkan informasi, barang bukti," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Sabtu (29/11/2025).

Polisi masih melakukan pendataan terhadap pihak-pihak yang terlibat serta menelusuri kronologi lengkap kejadian. Di saat yang sama, aparat juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi bantuan kepada warga terdampak dapat berjalan lebih lancar, guna mencegah aksi serupa terulang kembali.*

Artikel Lainnya