Daerah

Dinas Sosial Padang Pastikan Asupan Gizi Pengungsi Terpenuhi Hingga Masa Darurat Berakhir

Oleh : very - Jum'at, 05/12/2025 19:58 WIB


Suasana dapur umum di Posko Pengungsian Akademi Maritim Sapta Muda, Koto Tuo, Kota Padang, Kamis (4/12/2025). Dinas Sosial Kota Padang memastikan kebutuhan gizi para pengungsi tetap terpenuhi melalui penyediaan makanan bergizi dari dapur umum yang beroperasi sejak 27 November. (Foto: Noel/KPM Kemkomdigi)

Padang, INDONEWS.ID - Dinas Sosial Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) memastikan kebutuhan gizi para pengungsi tetap terpenuhi melalui penyediaan makanan bergizi dari dapur umum yang beroperasi sejak 27 November di Posko Pengungsian Akademi Maritim Sapta Muda, Koto Tuo. Setiap hari, dapur umum menyiapkan hingga 1.200 porsi makanan untuk warga terdampak banjir dan banjir lumpur.

Pekerja Sosial Dinsos Kota Padang, Budi Sastrialdi, menyampaikan bahwa pelayanan dapur umum dirancang untuk memenuhi standar kebutuhan dasar, termasuk kecukupan gizi pengungsi.

“Kita melayani makanan sebanyak seribu porsi yang sudah terkemas setiap hari. Kita mulai dari tanggal 27 sampai sekarang tanggal 4,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (4/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa perencanaan menu dilakukan setiap hari berdasarkan ketersediaan logistik dan kebutuhan gizi warga. Bahan makanan segar seperti ikan, ayam, sayuran, bumbu, dan cabai dibeli menggunakan anggaran tanggap darurat agar pengungsi menerima menu yang layak.

“Bahan basah seperti ikan, bumbu-bumbu, sayuran, dan cabai kita beli dari dinas. Jadi perencanaannya sudah ada dulu, lalu disampaikan ke Dinas Sosial untuk dipenuhi,” jelasnya.

Operator dapur umum, Eko Giyono, memastikan menu harian selalu mengandung sumber protein dan sayuran untuk menjaga asupan gizi warga di pengungsian.

“Ada ayam, ada ikan, ada yang kita goreng, ada yang kita gulai… pokoknya apa pun bahan yang ada, itu yang kita masak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kesiapan logistik dari Dinsos menjadi kunci pemenuhan gizi. “Logistiknya kan dari Dinas Sosial. Kalau datangnya terlambat, kita sesuaikan dengan bahan yang ada di gudang, kadang telur. Kita sesuaikan, Pak,” ujarnya.

Pada hari pertama, dapur umum hanya mengolah bahan seadanya. Namun, ketika logistik stabil, menu mulai ditata agar lebih bervariasi dan bergizi. Sarapan diberikan dalam bentuk bubur kacang hijau atau nasi goreng, sedangkan makanan siang dan malam menyediakan lauk ayam, ikan, telur, serta sayuran sesuai stok.

“Misalnya sekarang telur, nanti malam ayam atau ikan. Ganti-ganti juga, Pak,” tambah Eko.

Keduanya menegaskan bahwa dapur umum menjaga kualitas makanan agar layak dikonsumsi seluruh kelompok usia, termasuk lansia dan balita.

“Kita sesuai standar. Perbaikan gizinya seperti lauk ayam, ikan, dan sayur-sayur kita sesuaikan agar layak,” kata Eko.

Dinsos Padang memproyeksikan dapur umum tetap beroperasi hingga 8 Desember, dengan kemungkinan perpanjangan jika masa darurat belum berakhir. Sementara itu, Budi berharap pemenuhan gizi yang baik dapat membantu pengungsi tetap sehat selama berada di posko.

Ketua RT 01/RW 04 Kelurahan Koto Panjang, Padang, Hafardi, mengapresiasi peran pemerintah daerah, khususnya Dinsos Kota Padang, yang telah bekerja maksimal membantu warga terdampak bencana banjir.

Ia mengaku seluruh warga RT 01 yang terdampak sudah mendapatkan makanan bergizi dari pemerintah serta bantuan dari para donatur yang terus berdatangan.

“Bagus, sampai hari ini kita masih mendapat bantuan dari Pemda, khususnya makanan dan air. Bantuan di sini sampai hari Minggu. Setelah itu kita dipulangkan ke rumah masing-masing karena sekarang sedang dalam tahap pemulihan dan pembersihan rumah,” tandas Hafardi.

 

Komdigi Bangun Posko dan Media Center

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memastikan pemulihan konektivitas jaringan serta infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra.

Selain pemulihan teknis, Komdigi juga mendirikan sejumlah Posko sebagai Pusat Informasi dan Media Center untuk mendukung komunikasi darurat dan koordinasi penanganan bencana.

Di Aceh, posko dipusatkan di Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Aceh, sementara di Sumatra Barat posko ditempatkan di Komplek Kantor Gubernur Sumbar.

Untuk Sumatra Utara, Posko Komdigi beroperasi di tiga titik, yakni Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Sumut, Gelanggang Olahraga (GOR) Pandan Tapanuli Tengah), serta Posko Dukungan Psikososial di Hamparan Perak, Deli Serdang.

Posko tersebut berfungsi sebagai ruang kerja bagi jurnalis, pusat penyelenggaraan konferensi pers, serta titik koordinasi lapangan bagi satuan Komdigi, operator seluler, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, posko menjadi lokasi pemantauan jaringan telekomunikasi oleh Balai Monitor (Balmon) di tingkat wilayah, sekaligus ruang redaksi bersama untuk penyusunan narasi, informasi publik, dan berbagai konten terkait penanganan bencana.*

Artikel Lainnya