Jakarta, INDONEWS.ID - Mitra Seni Indonesia kembali memberikan anugerah penghargaan tertinggi kepada 8 tokoh perempuan inspiratif dalam bidang seni dan budaya yang diserahkan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak /PPPA Republik Indonesia Veronica Tan, dalam bentuk Trophy dan Piagam pada Peringatan Hari Ibu dan Batik Nasional di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Delapan (8) tokoh tersebut adalah Retno Marsudi Menteri Luar Negeri yang merupakan Perempuan pertama di Indonesia yang menjabat Menlu (dua periode 2014–2024) dan Retno Marsudi menggunakan batik sebagai alat diplomasi untuk mempromosikan identitas dan budaya Indonesia ke mancanegara, Saridjah Niung (atau dikenal dengan Ibu Soed) merupakan pengarang lagu anak – anak yang sampai sekarang masih berkumandang serta pencipta motif batik “Terang Bulan”, Dolorosa Sinaga, seorang seniman patung terkemuka Indonesia yang sering mengaitkan karyanya dengan nuansa humanisme, seperti : pemberdayaan perempuan dan hak azasi manusia, Mira Lesmana sineas perempuan yang berperan penting dalam
menghidupkan kembali industri film Indonesia serta banyak menghasilkan film sukses, Ratna Riantiarno aktris dan tokoh teater perempuan terkemuka yang berperan dalam perkembangan teater di Indonesia salah satunya melalui pendirian Teater Koma, Waldjinah merupakan maestro keroncong dan dikenal sebagai Ratu Keroncong, menjuarai kontes menyanyi Ratu Kembang Katjang pada tahun 1958, selain itu melestarikan dan mengembangkan batik melalui batik Walang Kekek yang dibuat bersama menantunya. Ibu Susrinah Sanyoto Sastrowardoyo dan Ibu Sri Harmoko merupakan Pendiri Perkumpulan Mitra Seni Indonesia tanggal 9 Agustus 2007 dan sudah berusia 18 tahun, dan tetap eksis hingga saat ini dengan memiliki 27 grup pelatihan. Ibu Susrinah Sanyoto juga pernah mendapat Satyalancana Kebudayaan, dan Ibu Sri Harmoko juga pernah mendapat piagam tanda kehormatan Bintang Mahaputra Utama.
Wakil Menteri PPPA Veronica Tan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada para tokoh
yang menghasilkan karya cipta dan karsa dalam seni dan budaya serta mengisi ruang seni dan
budaya serta diplomasi.
Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menyambut baik kegiatan ini yang juga dilaksanakan dalam
memperingati Hari Ibu dan Hari Batik Nasional. Pihaknya sangat mengapresisiasi upaya Mitra
Seni Indonsia dalam mengembangkan dan melestarikan seni dan budaya di Indonesia, serta
memberikan penghargaan kepada para tokoh inspiratif. Lebih jauh Veronica Tan, mengatakan
Peringatan Hari Ibu merupakan momen yang tepat untuk menghargai dan mengakui kontribusi
perempuan dalam membangun bangsa. Oleh karena itu saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para tokoh perempuan inspiratif yang telah menunjukan komitnen dan prestasi luar biasa
dalam bidang seni dan budaya Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan juga mengatakan tokoh–tokoh Perempuan pendahulu kita menjadi sosok perempuan Indonesia yang telah membukakan jalan bagi perempuan – perempuan lainnya yang masih menghadapi diskriminasi dan prasangka negative.
Beliau berharap penghargaan ini membulatkan tekad kita untuk memperluas ruang ruang ekspresi bagi perempuan untuk memberikan perlindungan bagi segala karya cipta dan eksistensi perempuan
Indonesia serta semakin majunya perempuan dalam kebudayaan.
Penghargaan ini tidak hanya sebagai pengakuan atas prestasi individu tetapi juga merupakan
pengakuan atas pentingnya peran perempuan dalam memajukan bangsa.
Sementara itu Ketua Umum Mitra Seni Indonesia Sari Ramdani mengatakan, penghargaan ini
diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, dedikasi dan jasa – jasa para tokoh perempuan
dalam memajukan seni dan budaya Indonesia, sehingga dikenal baik didalam Negeri maupun
dunia Internasional serta sebagai contoh bagi generasi muda tentang pentingnya peran
Perempuan dalam masyarakat. Penghargaan ARYAGUNA SADARA KARYA merupakan
kategori penghargaan tertinggi yang diberikan Mitra Seni Indonesia.
Ketua Umum MSI Sari Ramdani mengatakan penghargaan tertinggi ABHINAYA KARYA juga
disampaikan kepada Pendiri Mitra Seni Indonesia sebagai apresiasi atas prestasi, dedikasi dan
jasa mereka memajukan seni dan budaya Indonesia. Mereka telah mengisi ruang seni dan budaya
serta memotivasi para perempuan untuk turut melestarikan seni dan budaya di tanah air lebih dari
30 tahun.
Ditegaskan Sari Ramdani seluruh anggota yang telah bergabung di perkumpulan MSI mempunyai satu tujuan mulia untuk melestarikan seni dan budaya di Indonesia, karena seni dan budaya adalah masa depan bangsa kita.
Ratna Riantiarno menilai perkembangan seni teater di Indonesia sangat sulit, karena penonton di
Indonesia tidak memiliki budaya menonton teater, jadi jika mereka mengadakan pertunjukan
hanya untuk kalangan terbatas saja.
Sementara itu, Mira Lesmana sangat optimis pada regenerasi perfilman di Indonesia yang akan
maju kedepannya, apalagi dengan semakin banyaknya sekolah – sekolah film. Sementara itu
Susrinah Sanyoto menilai seni dan budaya adalah bagian penting dari identitas bangsa, dan peran
perempuan dalam memajukan seni dan budaya sangat signifikan. Adapun Sri Harmoko berharap
Perkumpulan Mitra Seni Indonesia dapat terus berlanjut untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya Indonesia.
Pada peringatan Hari Ibu dan Hari Batik Nasional ini juga dimeriahkan berbagai kegatan yang menampilkan anggota MSI, diantaranya Angklung MSI, Kolintang MSI, Paduan Suara, Peragaan
Busana oleh Ibu – Ibu Mitra Seni Indonesia, Trio Andeus, yang akan diiringi oleh Gartentone
string merupakan penyanyi dari MSI terdiri dari Ibu – Ibu yang sudah berusia diatas 80 serta seorang Bapak yang terus giat berkesenian.
Acara pemberian penghargaan ini dapat terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BNI Wonder yang telah menjadi bagian dari kegiatan ini.Mitra Seni Indonesia saat ini memiliki 27 pelatihan dengan 12 group, antara lain : Angklung,
Kolintang, Arumba, Paduan Suara, Vocal, Tari Tradisional maupun Tari Modern.
Sekilas mengenai Mitra Seni Indonesia (MSI)
Mtra Seni Indonesia (MSI) adalah perkumpulan yang bersifat nirlaba dan non politik dan berbadan hukum. MSI didirikan pada tanggal 9 Agustus 2007.MSI merupakan wadah bagi pemerhati atau pencinta dan pelaku seni untuk bersama2 mengembangkan talenta dalam berkesenian.Mitra Seni Indonesia didirikan oleh Ir.Sanyoto Sastrowardoyo (alm), ibu Susrinah Sanyoto dan Ibu Sri Harmoko.
Saat ini anggota MSI berjumlah hampir 1054 orang.
Mitra Seni Indonesia memiliki berbagai kelompok pelatihan diantaranya angklung,arumba, kolintang, tangklung, paduan suara, seni lukis, karawitan, tari tradisional, line dance, olah vokal, MSI Kuliner, MSI Kerajinan dan terbuka bagi masyarakat yang mencintai seni budaya.