Padang, INDONEWS.ID - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mengawal penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infra, Rachmat Kaimuddin, melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah wilayah terdampak banjir bandang untuk meninjau pelaksanaan penanganan tanggap darurat sekaligus membahas rencana rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana, Senin-Selasa (15-16/12/2025).
Kunjungan lapangan dilakukan di beberapa titik terdampak, meliputi Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, dan Malalak di Kabupaten Agam; Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar; serta Batang Air Dingin dan Lubuk Minturun di Kota Padang.
Peninjauan ini difokuskan pada kondisi teknis infrastruktur sungai, dampak sedimentasi, serta kesiapan langkah penanganan lanjutan untuk memulihkan dan memperkuat perlindungan wilayah dari potensi bencana berulang.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Agam, Deputi Rachmat Kaimuddin yang diterima Wakil Bupati Agam menegaskan bahwa penanganan infrastruktur pascabencana harus dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan terintegrasi dengan penanganan di wilayah terdampak lainnya di Sumatra Barat.
“Penanganan tanggap darurat harus berjalan seiring dengan perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang matang, agar solusi yang dihadirkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Deputi Rachmat melalui pernyataan tertulis.
Didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Deputi Rachmat meninjau kondisi eksisting alur Batang Air Dingin di Kota Padang, termasuk tingkat sedimentasi serta dampak bencana terhadap bangunan pengendali banjir dan sedimen di sepanjang aliran sungai.
Pada tahap tanggap darurat, BWS Sumatera V Padang telah melaksanakan dan merencanakan sejumlah pekerjaan teknis, antara lain pemasangan bronjong pada titik-titik kritis erosi tebing sungai, penempatan batu boulder sebagai perlindungan dasar sungai dan peredam energi aliran, pembukaan serta penataan kembali alur sungai yang tertutup material banjir bandang, serta pembersihan sedimen untuk memulihkan kapasitas tampung sungai.
Sementara itu, untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, telah disusun rencana penanganan struktural jangka menengah dan panjang. Rencana tersebut mencakup rekonstruksi check dam di Intake Panukahan Gadang, rehabilitasi check dam dan groundsill yang mengalami penurunan fungsi akibat sedimentasi dan kerusakan struktur, serta rekonstruksi tanggul banjir atau revetment di sepanjang aliran Batang Air Dingin guna meningkatkan perlindungan kawasan hilir dari potensi banjir berulang.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Rachmat juga menyampaikan perkembangan positif terkait pemulihan akses transportasi utama di Sumatra Barat.
“Hari ini Alhamdulillah ada satu kabar baik, yaitu akses utama Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai yang selama tiga minggu terakhir diperbaiki telah dibuka untuk uji coba kendaraan roda empat. Semua ini dapat terlaksana berkat kerja sama seluruh pihak, termasuk Direktorat Jenderal Bina Marga, pemerintah daerah, dan Polri. Solusi permanen terus dikejar agar dapat selesai sebelum libur Lebaran. Semoga semuanya berjalan lancar, mohon doa dan dukungannya,” ujar Deputi Rachmat.
Melalui fungsi koordinasi, Kemenko Infra terus memastikan keterpaduan langkah antara kementerian/lembaga teknis, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait agar penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi infrastruktur dasar dapat dilaksanakan sesuai standar teknis, tepat waktu, dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang. *