Nasional

Dari Dapur Ibu Hani dan Ningsih, Cerita Nasabah PNM Bangun Harapan untuk Penyintas Banjir Aceh

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 25/12/2025 18:16 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Di tengah duka akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kepedulian justru lahir dari dapur-dapur sederhana milik pelaku usaha ultra mikro. Hani Susanti dari Serang dan Ningsih dari Padang, dua nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM), memilih berbagi lewat hasil usaha mereka untuk menguatkan sesama nasabah yang terdampak bencana.

Melalui program bantuan kemanusiaan PNM, lebih dari 2.000 paket abon kemasan produksi Hani serta rendang siap saji buatan Ningsih dikirimkan ke lebih dari 10 titik distribusi. Bantuan tersebut disalurkan ke posko pengungsian, dapur umum, hingga rumah-rumah nasabah PNM Mekaar di Aceh Tamiang.

Bagi Hani Susanti, keterlibatannya dalam aksi kemanusiaan ini menjadi pengalaman yang penuh haru. Perempuan yang sehari-hari mengelola usaha abon kemasan itu tak pernah membayangkan hasil produksinya dapat menjangkau wilayah yang sedang dilanda bencana.

“Sebagai pelaku usaha kecil, saya tidak pernah membayangkan produk dari dapur kami bisa sampai ke saudara-saudara di Aceh. Saya merasa bersyukur bisa ikut membantu. Semoga abon ini dapat sedikit menguatkan mereka di tengah kondisi yang sulit,” tutur Hani.

Cerita serupa datang dari Ningsih, nasabah PNM asal Padang yang mengelola usaha rendang siap saji. Ia mengaku kabar bencana yang menimpa sesama nasabah bukan sekadar berita, melainkan panggilan untuk saling menopang.

“Ketika mendengar ada sesama nasabah PNM yang terdampak banjir dan longsor, kami merasa terpanggil. Lewat usaha yang kami miliki, kami ingin berbagi. Rendang ini mungkin sederhana, tapi kami berharap bisa memberi tenaga dan semangat bagi mereka yang sedang berjuang,” ujar Ningsih.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui PNM telah melampaui hubungan pembiayaan semata. “PNM mengajarkan kami untuk tidak hanya tumbuh sendiri, tetapi juga saling menguatkan. Di saat sulit seperti ini, rasa kebersamaan itu terasa sangat nyata,” katanya.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa keterlibatan langsung nasabah dalam penyaluran bantuan merupakan bagian dari nilai yang terus dijaga perusahaan. PNM, kata dia, ingin memastikan proses pemulihan bencana juga menjadi ruang untuk menumbuhkan solidaritas antar nasabah.

“Kami turut berduka atas musibah yang dialami masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam upaya membantu pemulihan, kami melibatkan nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha makanan siap saji. Lebih dari 2.000 produk abon dan rendang karya Ibu Hani dan Ibu Ningsih telah disalurkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan pangan sekaligus menguatkan semangat para penyintas,” ujar Dodot.

Lebih dari sekadar bantuan pangan, yang hadir adalah pesan kepedulian dan kebersamaan. Dari tangan para ibu pelaku usaha ultra mikro, harapan kembali dirajut—menegaskan bahwa di tengah keterbatasan, selalu ada ruang untuk saling menguatkan dan tumbuh bersama.

Artikel Lainnya