Jakarta, INDONEWS.ID – Upaya PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong pemberdayaan usaha ultra mikro terus dirasakan hingga ke daerah penyangga perkotaan. Melalui PNM Cabang Makassar, perseroan secara konsisten menghadirkan akses permodalan, pendampingan, serta literasi keuangan dan digital bagi perempuan prasejahtera di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kabupaten Gowa yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar menjadi salah satu wilayah prioritas pelayanan PNM. Kehadiran PNM di daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran UMKM perempuan dalam menopang perekonomian keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini, PNM Cabang Makassar mengoperasikan 13 kantor unit Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan satu kantor unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Gowa. Program Mekaar sendiri menyasar perempuan pengusaha ultra mikro dengan pendekatan berbasis kelompok yang menekankan kebersamaan, saling dukung, dan disiplin usaha.
Hingga Desember 2026, PNM tercatat telah menyalurkan lebih dari Rp219 miliar modal usaha kepada lebih dari 58.700 perempuan pengusaha ultra mikro di Kabupaten Gowa. Capaian tersebut mencerminkan komitmen PNM dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha masyarakat.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, mengatakan kehadiran PNM tidak hanya berfokus pada penyaluran modal, tetapi juga pada proses pemberdayaan yang menyeluruh.
“Fokus kami melalui program Mekaar adalah agar masyarakat, dari wilayah perkotaan hingga desa, dapat merasakan langsung manfaat pemberdayaan. Kabupaten Gowa yang lokasinya dekat dengan Kota Makassar memiliki peran strategis sebagai daerah penopang, sehingga kami berharap kehadiran PNM dapat membantu perempuan pengusaha agar usahanya bisa naik kelas,” ujar Yazdi.
Selain pembiayaan, PNM juga aktif memberikan pendampingan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah di masing-masing wilayah. Materi pelatihan meliputi penguatan kepemimpinan dan soft skill, edukasi menabung, desain kemasan produk, pemasaran online dan offline, penentuan harga pokok produksi, hingga penghitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) serta penyusunan laporan keuangan sederhana.
PNM juga memfasilitasi legalitas usaha secara gratis bagi para nasabah. “Kami memberikan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal tanpa biaya, serta mendorong nasabah menjadi Agen BRILink. Hingga 2024, di Kabupaten Gowa kami telah menerbitkan 5.017 NIB. Semua ini gratis sebagai bagian dari keunikan PNM yang tidak hanya membiayai, tetapi juga mendampingi dan membantu perizinan usaha,” jelas Yazdi.
Selain itu, PNM Makassar membentuk klaster usaha di Kecamatan Tinggimoncong, Malino, dengan pendampingan khusus. Nasabah di klaster tersebut mendapatkan pelatihan tematik seperti pengemasan produk, diversifikasi usaha, serta strategi pemasaran daring dan luring.
Sepanjang Desember 2025, PNM Makassar juga melaksanakan kegiatan pendampingan dan pelatihan kepada hampir 2.000 ketua kelompok Mekaar di Kabupaten Gowa melalui program Membina dan Memberdaya (MBA MAYA). Program ini digelar rutin setiap tahun dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan di lapangan.
Ke depan, PNM berharap pendampingan serupa dapat terus diperluas ke seluruh wilayah kerja. “Kami berharap dapat terus mendampingi masyarakat, tidak hanya di Gowa, tetapi juga di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua. Dengan dukungan modal dan pendampingan dari PNM Mekaar, perempuan Indonesia yang sebelumnya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga kini mampu membangun usaha, menabung, hingga perlahan memiliki tempat usaha sendiri untuk membantu perekonomian keluarga,” tutup Yazdi.