Nasional

Literasi Keuangan Digital Jadi Kunci PNM Berdayakan Perempuan Ultra Mikro di Gowa

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 13/01/2026 09:29 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Penguatan literasi keuangan dan digital menjadi fokus utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro di daerah penyangga perkotaan. Melalui PNM Cabang Makassar, upaya tersebut secara konsisten dijalankan di Kabupaten Gowa dengan menghadirkan akses permodalan, pendampingan usaha, serta edukasi keuangan dan digital bagi perempuan prasejahtera.

Kabupaten Gowa yang bersebelahan langsung dengan Kota Makassar menjadikan wilayah ini sebagai salah satu daerah prioritas pelayanan PNM. Kehadiran PNM di Gowa diharapkan mampu memperkuat peran UMKM perempuan dalam menopang perekonomian keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Saat ini, PNM Cabang Makassar mengoperasikan 13 kantor unit Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan satu kantor unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Gowa. Program Mekaar menyasar perempuan pengusaha ultra mikro dengan pendekatan berbasis kelompok yang mendorong saling dukung, disiplin usaha, dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.

Hingga Desember 2026, PNM telah menyalurkan lebih dari Rp219 miliar modal usaha kepada lebih dari 58.700 perempuan pengusaha ultra mikro di Kabupaten Gowa. Capaian tersebut mencerminkan komitmen PNM dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing usaha masyarakat.

Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, menegaskan bahwa kehadiran PNM tidak semata berfokus pada penyaluran modal, melainkan pada proses pemberdayaan yang menyeluruh.

“Fokus kami melalui program Mekaar adalah agar masyarakat, dari wilayah perkotaan hingga desa, dapat merasakan langsung manfaat pemberdayaan. Kabupaten Gowa yang lokasinya dekat dengan Kota Makassar memiliki peran strategis sebagai daerah penopang, sehingga kami berharap kehadiran PNM dapat membantu perempuan pengusaha agar usahanya bisa naik kelas,” ujar Yazdi.

Selain pembiayaan, PNM aktif memberikan pendampingan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah di masing-masing wilayah. Pelatihan tersebut mencakup leadership dan soft skill, edukasi menabung, desain kemasan produk, pemasaran online dan offline, penentuan harga pokok produksi, hingga penghitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan penyusunan laporan keuangan sederhana.

PNM juga memfasilitasi legalitas usaha secara gratis bagi para nasabah. Menurut Yazdi, PNM memberikan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal tanpa biaya, serta mendorong nasabah menjadi Agen BRILink. Hingga 2024, PNM telah menerbitkan 5.017 NIB di Kabupaten Gowa.

“Semua ini kami berikan gratis sebagai bagian dari keunikan PNM yang tidak hanya membiayai, tetapi juga mendampingi dan membantu perizinan usaha,” jelasnya.

Di sisi lain, PNM Makassar membentuk klaster usaha di Kecamatan Tinggimoncong, Malino, dengan pendampingan khusus melalui pelatihan tematik seperti pengemasan produk, diversifikasi usaha, serta strategi berjualan secara online dan offline.

Sepanjang Desember 2025, PNM Makassar juga melaksanakan kegiatan pendampingan dan pelatihan kepada hampir 2.000 ketua kelompok Mekaar di Kabupaten Gowa melalui program Membina dan Memberdaya (MBA MAYA). Program ini rutin digelar setiap tahun dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nasabah di lapangan.

Ke depan, PNM berharap pendampingan berbasis literasi keuangan dan digital tersebut dapat terus diperluas ke seluruh wilayah kerja. “Kami berharap dapat terus mendampingi masyarakat, tidak hanya di Gowa, tetapi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua. Dengan dukungan modal dan pendampingan dari PNM Mekaar, perempuan Indonesia kini mampu membangun usaha, menabung, hingga perlahan memiliki tempat usaha sendiri untuk membantu perekonomian keluarga,” tutup Yazdi.*

Artikel Lainnya