Jakarta, INDONEWS.ID — Pesawat udara PK-THT tipe ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami kehilangan kontak radar dan komunikasi saat melakukan penerbangan rute Yogyakarta (JOG) menuju Makassar (UPG), pada tahap akhir pendekatan pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Berdasarkan penjelasan kronologis kejadian, pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Yogyakarta pada pukul 01.08 UTC dan diperkirakan tiba di Makassar pada pukul 04.22 UTC. Namun, pada pukul 04.23 UTC, saat berada di wilayah pengawasan Makassar Approach (APP), pesawat mendapat instruksi dari Makassar APP Radar untuk melakukan intercept ILS Runway 21 melalui titik OPENG pada ketinggian 5.300 feet.
Instruksi tersebut tidak dilaksanakan oleh pesawat karena pesawat dilaporkan melewati jalur yang ditentukan (bablas). Petugas pengatur lalu lintas udara kemudian mengonfirmasi heading pesawat dan menginstruksikan agar pesawat melakukan turn right direct menuju final Runway 21.
Dalam proses tersebut, awak pesawat meminta fix KABIB. Namun, pada saat instruksi diberikan oleh pengendali lalu lintas udara, posisi pesawat telah melewati titik KABIB. Untuk mengoreksi posisi penerbangan, controller kemudian mengarahkan pesawat ke heading 240°, lalu mengulang instruksi heading 250° dengan tujuan mengintersep jalur final Runway 21.
Setelah instruksi terakhir tersebut diberikan, kontak radar dan komunikasi dengan pesawat PK-THT dilaporkan hilang. Upaya pemanggilan terus dilakukan oleh Makassar APP maupun Tower (TWR), namun hingga saat itu tidak memperoleh respons dari awak pesawat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut terkait penyebab hilangnya kontak maupun kondisi terkini pesawat. Pihak terkait masih melakukan koordinasi dan penelusuran lebih lanjut atas kejadian tersebut.