Nasional

Korban Tewas Protes di Iran Capai 5.002 Orang, Puluhan Ribu Ditangkap

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 24/01/2026 08:54 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Jumlah korban tewas akibat gelombang protes nasional di Iran dilaporkan meningkat menjadi 5.002 orang. Data tersebut disampaikan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat pada Kamis.

HRANA juga mencatat sedikitnya 26.752 orang telah ditangkap hingga hari ke-26 berlangsungnya aksi protes di berbagai wilayah Iran. Selain itu, setidaknya 7.391 orang dilaporkan mengalami luka parah akibat bentrokan dan tindakan represif selama demonstrasi berlangsung.

Iran dilanda gelombang protes sejak akhir Desember lalu. Aksi massa pertama kali pecah pada 28 Desember di kawasan Grand Bazaar, Teheran, yang dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Dalam waktu singkat, demonstrasi meluas ke sejumlah kota besar dan wilayah lainnya di negara tersebut.

Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik dukungan terhadap kelompok yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata”. Kelompok ini dituduh terlibat dalam sejumlah serangan di ruang publik di berbagai daerah.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan “menindak keras” jika para pengunjuk rasa dibunuh. Namun, Trump juga sempat memuji pemerintah Teheran setelah muncul laporan bahwa Iran membatalkan ratusan eksekusi yang sebelumnya dijadwalkan terkait kasus-kasus kerusuhan.

Gelombang protes ini menjadi salah satu krisis domestik terbesar yang dihadapi Iran dalam beberapa tahun terakhir, di tengah tekanan ekonomi dan sorotan internasional terhadap situasi hak asasi manusia di negara tersebut.

Artikel Lainnya