Opini

Tiga Peran Universitas dalam Bencana

Oleh : luska - Sabtu, 24/01/2026 20:31 WIB


Penulis : Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI

Pada 24 Januari 2026 program studi Magister Administrasi Rumah Sakit Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI menyelenggarakan Seminar Nasional “Hospital Risk Management in Disaster”. Pembicara datang dari dalam dan luar negeri. Di dalam negeri ada pembicara dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Pakar Bencana Kebumian, Pakar Perumah Sakitan dan juga pimpinan rumah sakit di Aceh serta relawan-relawan yang kerja di lapangan di daerah bencana Sumatera sekarang ini.

Dalam sambutan pembukaan saya sampaikan tiga peran Universitas kalau terjadi suatu bencana. Pertama langsung membantu, dimana Universitas YARSI mengirimkan team kesehatan ke Sumatera, melakukan pengumpulan sumbangan yang daerah bencana dan juga membantu langsung mahasiswa yang terdampak bencana. Ke dua, ketiga bencana masih berlangsung maka menyampaikan berbagai masukan berdasar analisa ilmiah yang dipublikasikan di media. Kumpulan masukan ini kemudian sudah di kemas dalam bentuk buku yang diluncurkan pada seminar ini. Ke tiga, seminar ini sendiri merupakan kajian ilmiah mendalam tentang apa yang sudah terjadi, “lesson learn” yang dapat kita pelajari serta bagaimana membuat rumah sakit dan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik menghadapi bencana di masa datang. Semua ini tercakup dalam lima bahasan tentang bencana dan kesehatan dalam seminar ini. Pertama tentang kebijakan nasional dan tata kelola mitigasi bencana di sektor kesehatan, ke dua peran data, informasi dan “early warning sytem dan ke tiga tentang standar, regulasi dan kesiapsiagaan rumah sakit. Ke empat adalah bagaimana implementasi “Hospital Disaster Plan (HDP)”, “Bussines Continuity Plan (BCP)” serta “Hospital flood emergency response plan (HERP)”, ke lima tentang penguatan kapasitas SDM dan budaya siaga bencana di rumah sakit. Ke lima hal di atas kemudian dipadukan dengan presentasi pengalaman langsung di lapangan sejak Desember 2025 dan Januari 2026 ini. 

Dapat juga disampaikan bahwa seminar ini dilakukan analisa penggunaan karbon oleh peserta dan pelaksanaan seminar, untuk kemudian dikompensasikan sehingga menjadi Seminar yang berpredikat “Carbon Net Zero”.

 

Artikel Lainnya