Nasional

Serangan Drone Ukraina Hancurkan 15 Pesawat Militer Rusia dalam Operasi Spiderweb

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 30/01/2026 09:33 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Serangan drone yang dilancarkan Ukraina dilaporkan berhasil menghancurkan sedikitnya 15 pesawat militer Rusia dengan nilai kerugian ditaksir melebihi 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 17 triliun. Serangan tersebut merupakan bagian dari Operasi Spiderweb yang menyasar sejumlah pangkalan udara Rusia.

Harian Inggris Daily Mail melaporkan bahwa pangkalan-pangkalan udara Rusia yang berada jauh di belakang garis depan menjadi target serangan. Operasi tersebut disebut berlangsung di lima pangkalan militer berbeda milik Rusia, meski Ukraina tidak mengungkapkan secara rinci tanggal pelaksanaannya.

Informasi mengenai Operasi Spiderweb muncul di tengah konflik Rusia–Ukraina yang telah memasuki tahun keempat sejak pecah pada 2022. Perang yang belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian itu telah menyebabkan jutaan warga Ukraina kehilangan tempat tinggal serta berdampak besar pada kehidupan sehari-hari masyarakat sipil.

Dinas intelijen Ukraina, Dinas Keamanan Ukraina (SBU), mengklaim unit elite Alpha miliknya menghancurkan 11 jet tempur jenis Sukhoi dan MiG, tiga helikopter, serta satu pesawat angkut Antonov An-26. Pesawat tempur yang dihancurkan antara lain Su-30SM, Su-34, Su-27, dan Su-24.

SBU juga menyebutkan bahwa pesawat pencegat MiG-31, yang merupakan bagian penting dari sistem pertahanan udara Rusia, turut hancur dalam serangan tersebut. Pesawat ini diketahui digunakan Rusia untuk meluncurkan rudal hipersonik Kinzhal.

Selain itu, kemampuan transportasi dan logistik militer Rusia dilaporkan terpukul dengan hancurnya helikopter Mi-8, Mi-26, dan Mi-28. Unit Alpha sebelumnya juga diklaim telah menghancurkan atau melumpuhkan peluncur rudal serta sistem radar canggih Rusia senilai sekitar 4 miliar dolar AS dalam operasi lain.

Dalam Operasi Spiderweb yang dilancarkan tahun lalu, ratusan drone serang Ukraina dengan teknologi first person view (FPV) disebut berhasil menghancurkan pesawat-pesawat pembom Rusia yang terparkir di darat. Drone-drone tersebut diselundupkan ke wilayah Rusia menggunakan truk pengangkut rumah modular, tanpa disadari para sopir bahwa muatan tersebut berisi drone serang.

Setelah truk diparkir di dekat pangkalan udara strategis, atap kontainer terbuka secara otomatis dari jarak jauh dan melepaskan drone-drone tersebut untuk menyerang target.

Daily Mail, mengutip sumber di internal SBU, menyebutkan bahwa operasi tersebut melumpuhkan sekitar 34 persen pesawat pembom strategis jarak jauh Rusia, termasuk Tu-95 dan Tu-22M3 yang mampu membawa senjata nuklir.

Sementara itu, Rusia terus melancarkan serangan balasan ke wilayah Ukraina. Serangan terhadap jaringan listrik Ukraina menyebabkan gangguan pasokan listrik dan pemanas, membuat warga menghadapi kondisi sulit di tengah musim dingin.

Seorang anggota parlemen senior Ukraina memperingatkan bahwa tiga pekan ke depan akan menjadi masa yang sangat berat bagi warga akibat terputusnya akses pemanas dan penerangan. Selain itu, serangan Rusia di pelabuhan Laut Hitam Odesa dilaporkan menyebabkan puluhan korban. Sebanyak 22 orang terluka dalam satu serangan, sementara serangan lainnya terhadap sebuah gedung di kota tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 25 orang lainnya.*

Artikel Lainnya