Nasional

Investigasi Al Jazeera: Israel Diduga Gunakan Senjata Termobarik yang Bikin Warga Gaza "Menguap"

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 15/02/2026 10:46 WIB


Jakarta, INDONEWS.IDIsrael diduga menggunakan jenis senjata yang mampu membuat ribuan warga Gaza hilang tanpa bekas selama perang yang berlangsung sejak Oktober 2023. Temuan tersebut diungkap dalam laporan investigatif Al Jazeera Arabic melalui program investigasi The Rest of the Story.

Investigasi itu menyebutkan, ribuan warga Palestina dilaporkan lenyap tanpa meninggalkan jejak selain percikan darah atau serpihan kecil daging di lokasi serangan. Para ahli dan saksi mata mengaitkan fenomena ini dengan dugaan penggunaan senjata termal dan termobarik secara sistematis oleh Israel di Jalur Gaza.

Salah satu kisah yang disorot adalah pengalaman Yasmin Mahani. Ia menceritakan bahwa pada subuh 10 Agustus 2024, dirinya menyusuri reruntuhan Sekolah al-Tabin di Kota Gaza yang masih berasap untuk mencari putranya, Saad. Namun, tidak ada jejak sang anak yang ditemukan.

“Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya menginjak daging dan darah,” kata Mahani, dikutip dari laporan Al Jazeera yang ditayangkan pada Senin, 9 Februari 2026.

Ia mengaku telah berhari-hari mencari ke rumah sakit dan kamar mayat, tetapi tak menemukan jenazah putranya. “Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu bagian tersulitnya,” ujarnya.

Mahani disebut sebagai salah satu dari ribuan warga Palestina yang kehilangan anggota keluarga mereka tanpa kejelasan selama perang di Gaza, yang menurut laporan tersebut telah menewaskan lebih dari 72.000 orang.

Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina di Jalur Gaza, Mahmoud Basal, menjelaskan bahwa tim penyelamat menemukan pola tertentu di lokasi serangan.

“Kami memasuki rumah yang menjadi target dan mencocokkan jumlah penghuni yang diketahui dengan jenazah yang ditemukan,” ujar Basal. “Jika sebuah keluarga memberi tahu kami ada lima orang di dalam, dan kami hanya menemukan tiga jenazah utuh, dua sisanya kami anggap ‘menguap’. Tidak ada jejak selain percikan darah di dinding atau fragmen kecil seperti kulit kepala.”

Investigasi tersebut juga mengungkap bahwa komposisi kimia tertentu dalam amunisi yang digunakan dapat mengubah tubuh manusia menjadi abu dalam hitungan detik. Senjata termobarik, yang sering disebut bom vakum atau aerosol, mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celcius dan telah dilarang dalam berbagai konvensi internasional.

Ahli militer Rusia Vasily Fatigarov menjelaskan bahwa senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi dapat melenyapkan materi. Berbeda dengan bahan peledak konvensional, senjata ini menyebarkan awan bahan bakar yang kemudian menyala dan menciptakan bola api besar disertai efek vakum.

Menurut laporan tersebut, panas ekstrem itu kerap dihasilkan oleh tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium yang digunakan dalam bom buatan Amerika Serikat, seperti MK-84.

Para ahli hukum internasional yang dikutip dalam investigasi menegaskan bahwa penggunaan senjata yang tidak dapat membedakan antara warga sipil dan kombatan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum humaniter internasional.

Artikel Lainnya