Nasional

Kementerian Kebudayaan Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Simak Apa Aja Isinya

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 17/02/2026 09:40 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global pada Minggu, 14 Desember 2025. Buku tersebut disusun dalam 10 jilid dan melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, sepuluh jilid buku ini tidak dimaksudkan untuk menuliskan sejarah Indonesia secara menyeluruh, melainkan sebagai ringkasan atau sorotan utama perjalanan bangsa dari masa prasejarah hingga era Reformasi.

“Kalau sejarah kita ditulis secara lengkap mungkin harusnya 100 jilid. Jadi ini adalah highlight dari perjalanan bangsa,” ujar Fadli dalam peluncuran buku yang digelar di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.

Fadli menjelaskan, buku ini disusun untuk memberikan gambaran utuh namun ringkas mengenai dinamika kebangsaan Indonesia dalam konteks interaksi global yang terus berkembang dari masa ke masa.

Adapun sepuluh jilid buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global terdiri atas:

Jilid 1, Akar Peradaban Nusantara, membahas fondasi awal peradaban di Nusantara sejak prasejarah hingga pembentukan masyarakat awal, termasuk peristiwa kembalinya fosil Java Man (Homo erectus) ke Indonesia sebagai bagian dari kedaulatan budaya.

Jilid 2 dan 3, Nusantara dalam Jaringan Global, mengulas perjumpaan Nusantara dengan dunia luar, terutama India, Tiongkok, dan Persia, yang membentuk jaringan perdagangan serta pertukaran budaya.

Jilid 4, Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi, merekam kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Nusantara beserta dinamika persaingan dan kerja sama yang terjadi.

Jilid 5, Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial, menggambarkan perubahan struktur sosial, politik, dan ekonomi dalam proses kolonialisasi.

Jilid 6, Pergerakan Kebangsaan, mengulas tumbuhnya kesadaran nasional dan lahirnya gerakan-gerakan menuju kemerdekaan.

Jilid 7, Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945–1950), mengkaji dinamika perjuangan Indonesia pascaproklamasi hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jilid 8, Konsolidasi Negara Bangsa: Konflik, Integrasi, dan Kepemimpinan Internasional (1950–1965), membahas upaya konsolidasi negara, konflik internal, serta peran Indonesia di tingkat global.

Jilid 9, Pembangunan dan Stabilitas Nasional Era Orde Baru (1967–1998), mengulas kebijakan pembangunan, stabilitas politik, dan dinamika sosial selama masa Orde Baru.

Sementara Jilid 10, Reformasi dan Konsolidasi Demokrasi (1998–2024), merekam perjalanan Indonesia sejak Reformasi hingga proses penguatan demokrasi di era kontemporer.

Fadli menambahkan, penerbitan buku ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju peringatan 80 tahun Indonesia merdeka. Ke depan, Kementerian Kebudayaan juga berencana melanjutkan penulisan buku sejarah tematik lainnya, termasuk sejarah kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran, serta berbagai fase perjuangan bangsa Indonesia.

Artikel Lainnya