Nasional

Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran, Kemlu Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 22/02/2026 11:51 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran apabila jalur negosiasi tidak membuahkan hasil. Di tengah meningkatnya tensi tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pelaksana Tugas Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa Kemlu melalui KBRI Tehran terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran. Hingga saat ini, kondisi di Teheran dan sejumlah kota lain dilaporkan masih berjalan normal dan kondusif.

“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tehran masih terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran, dan hingga saat ini situasi di Tehran dan kota-kota lainnya terpantau berjalan normal serta kondusif,” ujar Heni, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, KBRI juga terus menjalin komunikasi aktif dengan para WNI yang berada di wilayah tersebut. Hingga kini belum ada laporan mengenai WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan.

Status Siaga 1 untuk Iran sendiri masih diberlakukan pemerintah sejak Juni 2025. Seluruh rencana kontinjensi telah disiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila sewaktu-waktu diperlukan.

“KBRI Tehran mengimbau seluruh WNI di Iran untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi terkini, serta menjaga komunikasi dengan KBRI,” jelas Heni.

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara saksama. Meski belum ada laporan situasi membahayakan, pemerintah tetap meminta WNI mempertimbangkan meninggalkan Iran secara mandiri apabila kondisi keamanan di wilayah masing-masing tidak kondusif.

“Status Siaga 1 yang berlaku sejak Juni tahun lalu masih berlaku. Semua contingency plan tetap disiagakan,” ujarnya.

Kemlu juga mengingatkan WNI yang berada dalam situasi darurat untuk segera menghubungi Hotline KBRI Tehran di nomor +98 9914668845 atau +98 902 466 8889, serta Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kemlu di +62 812-9007-0027.

Sebelumnya, kantor berita AFP melaporkan sebuah kapal induk Amerika Serikat terlihat melintasi Selat Gibraltar yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania. Kapal tersebut akan bergabung dengan kapal induk AS lainnya, yakni USS Abraham Lincoln, beserta kapal-kapal pengiring yang telah lebih dahulu berada di kawasan Timur Tengah.

Trump pada Jumat (20/2) waktu setempat menyatakan dirinya “mempertimbangkan” serangan terbatas terhadap Iran jika negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan. Ketegangan ini pun menjadi perhatian berbagai negara, termasuk Indonesia, yang terus memastikan keselamatan warganya di kawasan tersebut.*

Artikel Lainnya