Gaya Hidup

Dr. Jusuf Kristianto, Ahli Kesehatan Masyarakat Beri Tips Puasa yang Sehat

Oleh : rio apricianditho - Minggu, 22/02/2026 20:36 WIB


foto: ilustrasi

Jakarta, INDONEWS.ID - Puasa Ramadan bukan hanya ibadah, tetapi juga kesempatan untuk menata pola hidup agar lebih sehat. Dengan strategi yang tepat, tubuh tetap bugar, energi terjaga, dan ibadah berjalan lancar. Berikut panduan praktis yang mudah dipahami. 

Sahur yang Bergizi, Pilih makanan tinggi serat dan protein agar kenyang lebih lama (oatmeal, telur, kacang-kacangan, roti gandum). Konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau ubi untuk energi tahan lama. Minum cukup air (2–3 gelas) agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari. Hindari makanan terlalu manis atau asin agar tidak cepat haus dan lapar.

Sahur adalah “bahan bakar” utama sepanjang hari. Dokter menekankan bahwa komposisi gizi saat puasa sebenarnya sama dengan hari biasa, hanya waktunya yang berbeda.

Berbuka Secara Sehat

Mulai dengan kurma dan air putih untuk mengembalikan energi dengan cepat. Hindari gorengan atau makanan tinggi gula berlebihan agar tidak terjadi lonjakan gula darah. Konsumsi makanan seimbang: karbohidrat, protein, dan lemak sehat (sup, sayur, ikan, daging tanpa lemak). Minum air putih cukup, batasi minuman manis.

Berbuka dengan makanan ringan dulu, lalu lanjutkan dengan hidangan utama agar pencernaan tidak “kaget”.

Pola Makan Seimbang, perbanyak sayur dan buah untuk vitamin, mineral, dan serat. Pilih lemak sehat dari alpukat, ikan, dan kacang-kacangan. Kurangi makanan olahan, cepat saji, tinggi garam, dan lemak jenuh. Menjaga keseimbangan gizi membantu tubuh tetap segar meski pola makan berubah.

Tetap Aktif & Sehat

Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau stretching setelah berbuka atau sebelum sahur. Tidur cukup agar tubuh segar dan tidak mudah lemas. Kelola stres dengan ibadah, meditasi, atau aktivitas menenangkan. Aktivitas ringan membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan ritme makan dan tidur selama Ramadan.

Perhatikan Kesehatan

Jika memiliki kondisi khusus (diabetes, maag, hipertensi), konsultasikan dengan dokter sebelum berpuasa. Jika merasa pusing, lemas berlebihan, atau dehidrasi, segera hentikan puasa dan periksa kondisi kesehatan. Penderita GERD pun tetap bisa berpuasa dengan manajemen yang tepat.

Kesimpulan

Puasa yang sehat bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga tubuh dengan pola makan bergizi, hidrasi cukup, aktivitas ringan, serta perhatian pada kondisi kesehatan. Dengan langkah sederhana ini, stamina tetap terjaga sepanjang Ramadan, ibadah lebih khusyuk, dan tubuh tetap bugar.

Artikel Lainnya