Jakarta, INDONEWS.ID - Kelompok separatis bersenjata kembali melancarkan serangan mematikan di Papua. Satgas Operasi Damai Cartenz melaporkan dua petugas penjaga pos pengamanan perusahaan tambang emas PT Kristal Nabire tewas dalam penyerangan yang terjadi pada Sabtu (21/2/2026).
Penyerangan berlangsung di Kilometer 38 Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Selain menewaskan dua orang, pelaku juga membakar pos pengamanan dan merusak fasilitas perusahaan.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Yusuf Sutedjo, dalam keterangan video pada Ahad (22/2/2026), menyatakan kedua korban ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di antara reruntuhan bangunan pos yang dibakar.
“Dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara reruntuhan bangunan pos pengamanan yang dibakar. Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis karena mengalami luka bakar berat,” ujar Yusuf.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Nabire. Yusuf memastikan petugas penjaga di pos tersebut bukan berasal dari satuan kepolisian.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, aparat menemukan sebuah kendaraan milik PT Kristal Nabire dengan lubang bekas tembakan di bagian depan. Namun, tidak ditemukan proyektil peluru di lokasi. Diduga penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter.
Berdasarkan keterangan empat saksi, penyerangan diawali rentetan tembakan sekitar pukul 12.00 WIT. Saksi melihat sedikitnya tiga pelaku, namun jumlah pasti penyerang masih dalam pendalaman.
Sehari sebelum penyerangan di Nabire, pada Jumat (20/2/2026), Satgas Damai Cartenz juga melakukan operasi penangkapan di Yahukimo, Papua Pegunungan. Sebanyak 28 orang diamankan karena diduga terlibat dalam jaringan separatis Papua Merdeka.
Dari jumlah tersebut, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Penangkapan dilakukan secara bertahap sejak 10 hingga 21 Februari 2026.
Beberapa tersangka diduga terlibat dalam pembakaran Kompleks Ruko Blok B pada 14 Februari 2026, penyerangan dan pembakaran SMP Metanoya pada 7 Januari 2026, serta sejumlah aksi kekerasan lain.
Salah satu tersangka, Homi Heluka alias Serius Kobak, disebut terlibat dalam berbagai aksi, mulai dari penyerangan anggota Brimob pada 2022, pembakaran kendaraan Satbinmas pada 2025, hingga rangkaian pembunuhan pendulang emas pada April 2025.
Seluruh tersangka saat ini diamankan di Polres Yahukimo dengan pengamanan ketat dari Satgas Damai Cartenz dan Sat Brimob Polda Papua.
Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Faizal Ramadhani, menyebut meningkatnya aksi kekerasan di Papua tidak lepas dari kaburnya Kopitua Heluka dari Penjara Wamena pada 25 Februari 2025 lalu.
Menurut Faizal, Kopitua Heluka merupakan salah satu pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sebelumnya berhasil ditangkap, namun melarikan diri dan kembali bergabung dengan kelompoknya.
“Pascakaburnya salah satu pentolan KKB itu, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi-aksi yang mengakibatkan penghilangan nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan,” kata Faizal.
Aparat saat ini masih melakukan pengamanan dan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan di Nabire, sembari meningkatkan patroli di sejumlah wilayah rawan di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.