Gaya Hidup

Puncak Perayaan Imlek, Icha Yang bawakan 2 Lagu Tibetian

Oleh : rio apricianditho - Rabu, 04/03/2026 12:07 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Terbiasa melantunkan tembang berbahasa mandarin, Icha Yang jadi penyanyi langganan acara bertema budaya China. Tahun ini pun penyanyi cantik asal Jember kembali menghibur tamu hotel Borobudur saat menggelar even bertajuk "Discovery Timeless Harmony", ini merupakan penampilan. Kesekian kali Icha Yang di hotel tersebut. Ia bawakan 2 lagu Mandarin, yang ia bawakan saat tampil di Negeri Tirai Bambu. 

Mengenakan gaun malam ala 'ratu'  bercorak polos, warna keemasan kian membuat penampilannya seorang diva di acara tersebut, apalagi rambutnya dihiasi mahkota bertabur kristal yang memancarkan cahaya bila tersorot cahaya. 

Icha Yang tampil penuh percaya diri, diiring band yang biasa berkolaborasi dengan Icha membuat suasana malam puncak perayaan Imlek kian meriah, apalagi Icha ditemani pemain saxophone, paduan alunan musik membawa kita teringat kenangan nan indah. 

Icha membawakan 11 lagu yang seluruhnya berbahasa Mandarin, meski Icha tak punya darah keturunan China namun ia fasih berbahasa Mandarin. Sesekali ia menyapa para penggemarnya dengan bahasa Mandarin, atau kala mereka meminta berswafoto berdialog juga dengan bahasa Mandarin. 

Usai tampil di acara tersebut Icha Yang mengatakan, tahun ini acaranya lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, suasana terasa 'hidup' dan pengunjungnya antusias untuk menyaksikan dirinya tampil. 

"Tamunya antusias dan mereka pada jago nyanyi, dan ini yang membuat Icha suka. Jadi kita semua happy, Icha sendiri juga happy", ujarnya. 

Dari 11 lagu yang ia lantunkan ada 2 lagu yang belum pernah ia nyanyikan bila tampil di panggung nasional, lagu itu pernah ia nyanyikan saat Icha tampil di Negeri Tirai Bambu. Di Borobudur adalah pertama kali Icha membawakan lagu asli dari sana, untuk penggemarnya di malam puncak perayaan Imlek. 

Dikatakan, ia sengaja membawakan 2 lagu yang ia nyanyikan saat tampil di China, dengan alasan agar semua tahu dan paham lagu-lagu asli dari sana. Menurut Icha lagu mandarin di sini dan di China sendiri berbeda baik lirik maupun selera lagunya, tapi ia berani menyanyikan itu untuk para penggemarnya. 

"Icha kasih 2 lagu dulu buat perkenalan mereka, jika suka ya semoga lagunya bisa ramai disini", ungkap Icha. 

Lagu yang pertama kali ia bawakan di Indonesia adalah " Wu Lan Da Tou De Yue" lagu daerah di kawasan Tibet. Sementara lagu lain yang ia lantunkan antara lain Lai Lai Guo Xian Nian, He Xin Nian, Wo Zhi Zai Huni, Nu Yan, Wo Xiang Ni La, Ting Hai, Xi Huan Ni, Hai Guo Tian Kong, Phie Jiu, dan Xiao Wei. 

Sementara fasihnya Icha berbahasa Mandarin menurut pengakuannya ia belajar secara otodidak, dan kebetulan Icha sempat tinggal sebulan di China. Dan pada akhir 2025 Icha tampil di negeri tirai bambu, "jadi sudah mulai menyatu sepertinya", tambahnya. 

Menutup pembicaraan, Icha mengatakan, mengenalkan budaya bisa lewat lagu, dimana tak semua kerabat dan sahabatnya adalah warga keturunan Tionghoa maka dengan Icha menyanyi dalam bahasa mandarin, mereka yang tak paham bisa mulai menyukai lagu mandarin dan paham budaya etnik Tionghua. Seperti perayaan puncak acara Imlek, 'penemuan harmoni yang abadi' tanpa melihat siapa kita membuat kita makin selaras.

Artikel Lainnya