Jakarta, INDONEWS.ID - Bulan penuh rahmad Ikatan Motor Indonesia (IMI) menunjukan semangat berbagi melalui buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim. Acara ini taj hanya menjadi ajang silaturahmi tapi juga wujud kepedulian sosial pada masyarakat terutama anak yatim.
Dalam kegiatan itu sejumlah tokoh IMI berkumpul diantaranya, Ketua Umum IMI Moreno Soeprapto, eks Ketua IMI Jakarta Prasetyo Edi, dan sejumlah Ketua IMI lainnya. Hadir pula beberapa komunitas otomotif baik roda dua maupun empat, berkumpul bersama dan memberikan santunan pada anak yatim, di Sekretariat IMI, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (12/03). Suasana penuh kebersamaan dan kehangatan sepanjang acara.
Acara dibuka dengan seremonial yang tak terlalu 'kaku', tapi penuh kehangatan dan kebersamaan. Sebelum acara pemberian santunan pada anak yatim, Ustad Subhan Bawazier memberikan tausiah terkait bulan Ramadan dan komunitas motor.
Dikatakan, pria di Indonesia itu umumnya 'driver' dan 'biker' maka harus paham bagaimana kendaraan dibuat, bila mengacu ke era Rasul dahulu tunggangannya unta, nah kaalau mau tahu dibuat dari apa kita tinggal ke sana tapi kalau otomotif banyak material yang harus kita pahami.
Memurutnya, semua bisa kita pelajari dan harus karena menurut kitab suci kita harus terus menggali ilmu agar kita menjadi lebih baik lagi. Paling tidak kita harus paham aturan bila di jalan raya, kalau tidak akan menjadi kacau jalanan.
"Lihat saja di kawasan Thamrin yang dijaga oleh polisi cepek, padahal tak jauh dari itu ada pos polisi. Kalau kehidupan tidak diatur sama yang ahlinya, mau jadi apa negeri ini", kilah mempertanyakan hal yang tidak diatur oleh pihak yang profesional.
Dikatakan, karena diatur bukan pihak yang berwenang maka banyak hal yang tak lazim, seperti pengendara motor lewat trotoar, melawan arah, atau yang paling membuatnya bingung, bila melihat ibu-ibu mengendarai motor, lampu sign nya ke kiri tapi belok ke kanan.
Menutup 'kuliah' jelang berbuka ia katakan, di jalanan itu paling tidak kita harus paham rambu agar tertib, lampu merah kita berhenti, lampu hijau kita lanjutkan perjalanan, dan kuning bukan malah digas tapi harus siap-siap berhenti atau melajukan kendaraan.
Sementara acara berbuka bersama dan santunan anak yatim berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Diakhir kegiatan mereka menikmati menu berbuka yang sudah disediakan pihak panitia.