Bogor, INDONEWS.ID - e-Mas (Eksekutif Masjid Mulya Makmur) yang dipimpin H. Agus Riadi menggandeng Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk Masjid Berdaya dan Berdampak.
Acara dikemas dalam bentuk pelatihan Manajemen Masjid yang dilaksanakan di Masjid Jamie Nur Sa`adah yang berlokasi di Kampung Pintu Air, RT 03 RW 09 Kelurahan Pabuaran Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor, Sabtu (14/3/2026).
Panitia menghadirkan tokoh Muharrik Masjid Nasional yang saat ini ada di MUI Pusat sebagai Ketua Bidang Dakwah, yaitu Drs. KH. Abdul Manan Abdul Ghani, MM.
Kh. Manan berpesan kepada para Eksekutif Masjid untuk memakmurkan masjid dengan sepenuh jiwa. Karena, hakekatnya, eksekutif masjid itu meneruskan perjuangan Nabi Ibrohim AS dan Nabi Ismail AS dalam mengurus Baitulloh.
Masjid-masjid yang ada di bumi adalah rumah Allah. Masuk ke dalam Masjid, hakekatnya masuk ke rumah-Nya. Masuk ke rumah-Nya berarti terjaga keamanannya dan dimulyakan oleh-Nya.
Hal senada juga disampaikan Dr. Kh. Aim Zaimuddin Lc, MA, Waketum MUI Kabupaten Bogor yang juga membantu H. Agus mensyiarkan peran para Eksekutif Masjid.
"Pengurus Masjid diharapkan benar-benar menjadi fasilitator dalam rangka mensucikan diri semua jamaah dan memberi rasa aman. Siapapun yang mengalami permasalahan hidup tempat yang paling tepat solusinya ada di rumah Allah tersebut, yakni Masjid," tegasnya kepada sahabatnya H. Agus, yang juga menjadi Ketua Umum di Yayasan Masjid Jamie Nur Sa`adah didampingi H. Mukhlissani, SE sebagai Bendahara Umum membantu H. Sarnubih sebagai Ketua Dewan Pembina di Yayasan Masjid Jamie nur sa`adah.
Hadirkan Dampak Sosial Bagi Masyarakat
Sementara itu, H. Heru Komarujaman selaku Section Head Islamic Ecosystem di PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk yang menyampaikan bahwa masjid yang berdaya adalah masjid yang mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat di sekitarnya.
Masjid berdaya, katanya, tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat penguatan nilai, pelayanan umat, dan penggerak kebaikan bersama.
Kehadiran masjid yang ramah dan inklusif menjadikan setiap orang yang datang dipandang sebagai tamu Allah yang harus dimuliakan, sementara para pengurus masjid menempatkan diri sebagai khodimul, rumah yang empati dan melayani jamaah dengan sepenuh hati.
Dalam konteks tersebut, BSI hadir tidak hanya sebagai sahabat finansial, tetapi juga sebagai sahabat sosial dan sahabat spiritual, sekaligus menghadirkan kemudahan berinfak dan bersedekah secara cashless melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sehingga partisipasi masyarakat dalam amal kebajikan dapat dilakukan secara lebih mudah, transparan, dan berkelanjutan serta memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Heru Komarujaman yang biasa disapa Kang Heru merupakan alumni pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat, yang dipertemukan dengan mentornya saat mondok Kh. Aim Zaimuddin (Kang Zaim). Acara tersebut digagas oleh Kang Agus, yang merupakan CEO e-Mas (Eksekutif Mulya Makmur).
Dalam kesempatan tersebut, Tim BSI menyerahkan QRIS Masjid Jamie Nur Sa`adah, dan perlengkapan informasi tentang fasilitas masjid lainnya.
Kerja-kerja yang Berdampak Jangka Panjang
Agus memuji kegigihan perjuangan dan kesabaran tim BSI Citeureup 1 Kabupaten Bogor dibawah Kepala Cabang Wahyu Hidayat dan asisten Dita Pratiwi dkk.
”Secara harokah beliau-beliau, menurut kami, patut diapreasi oleh pimpinannya. Secara riil usahanya terasakan manfaatnya bagi para eksekutif masjid dalam mensyiarkan dakwah Islam. Ini kerja-kerja yang berdampak jangka panjang, membangun brand image BSI yang melayani dengan ramah dan sabar dilandasi Syariah Islam,” kata Kang Agus.
Dia mengatakan, ada transfer value of changes yang dirasakan langsung membantu harokah (gerakan) para eksekutif masjid (pendekatan value of changes management process). Meskipun dalam pendekatan management by objectives (MBO) sebagai potret jangka pendek kontra prestasi (ROI= return on Investment) belum maksimal.
Agus mengatakan bahwa memberi nilai manfaat bagi masyarakat lebih utama dibandingkan imbal hasil kontra prestasi bisnis semata berupa monetisasi atau jumlah nasabah yang diraih dari prestasi donasi yang diberikan.
”Bukankah Khoirun naas anfauhum lin naas. Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, representasi dari sifat Allah ar-Rhman dan misi dakwah Rosulallah SAW yang rahmatan lil `alamin. Jadi tidaklah berlebihan jika kami katakan sekali lagi bahwa harokah beliau-beliau patut mendapat apresiasi dari pimpinannya," pungkas Agus. *