Nasional

93 Gempa Susulan Guncang Sulut–Malut Usai M7,6, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 03/04/2026 18:23 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 93 gempa susulan terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pascagempa kuat bermagnitudo 7,6 yang mengguncang kawasan tersebut.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Kamis (2/4) pukul 12.00 WITA.

“Telah terjadi 93 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,8 hingga 5,8,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Sulawesi Utara.

Faisal menjelaskan, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah terdampak. Ia menyebut tren gempa susulan umumnya berlangsung dalam satu hingga dua hari, namun tidak menutup kemungkinan terjadi hingga dua minggu tergantung kondisi geologi setempat.

“Biasanya trennya satu sampai dua hari, tapi bisa juga sampai satu minggu bahkan dua minggu, tergantung situasi di sana,” jelasnya.

BMKG juga mencatat intensitas getaran gempa mencapai skala 5 hingga 6 Modified Mercalli Intensity (MMI), yang berarti dirasakan oleh hampir seluruh penduduk di wilayah terdampak.

Pada intensitas tersebut, warga dilaporkan panik dan berhamburan ke luar rumah. Selain itu, sejumlah kerusakan ringan seperti plester dinding runtuh hingga kerusakan cerobong bangunan juga dilaporkan terjadi.

Getaran kuat dirasakan di wilayah Manado dan Ternate. Sementara itu, getaran dengan intensitas lebih rendah (2–3 MMI) juga dirasakan di sejumlah daerah seperti Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, Bone Selatan, dan Pohuwato.

Selain gempa susulan, BMKG juga menerima laporan adanya peningkatan aktivitas gunung api di wilayah Maluku Utara. Hal ini diduga berkaitan dengan pergeseran lempeng akibat gempa utama yang terjadi sebelumnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada serta selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut.

“Kami mengimbau agar masyarakat memastikan informasi yang diterima bersumber resmi dari BMKG,” tegas Faisal.

Artikel Lainnya