Nasional

Perkuat Inklusi Ekonomi, PNM Fokus Berdayakan Perempuan Prasejahtera dan Difabel

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 05/04/2026 10:16 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui pembiayaan dan pendampingan usaha yang berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyatakan bahwa setiap perjuangan nasabah memiliki makna besar dalam proses pemberdayaan.

“PNM percaya setiap perjuangan, sekecil apa pun, memiliki arti besar,” ujarnya.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Ani Juwariyah, penyandang disabilitas yang menjadi nasabah program Mekaar di Samarinda, Kalimantan Timur. Ani berhasil mengembangkan usaha roti rumahan yang kini menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya.

Tidak hanya aktif berwirausaha, Ani juga dipercaya sebagai Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur. Dalam perannya, ia aktif mendorong sesama difabel untuk lebih percaya diri, berani mencoba peluang usaha, serta melawan stigma melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.

Menurut Dodot, kisah Ani menjadi bukti bahwa pemberdayaan bukan sekadar program formal, melainkan upaya nyata menghadirkan harapan dan membuka akses bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bangkit.

PNM, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh bagi para nasabah, tidak hanya dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga penguatan mental, keterampilan, dan jejaring sosial. Pendampingan tersebut dilakukan melalui program Peningkatan Kapasitas Usaha (PKU) dalam setiap Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM).

“PNM berkomitmen untuk terus memberikan akses dan pendampingan agar setiap nasabah, termasuk penyandang disabilitas, dapat berkembang dan mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Ke depan, PNM berharap semakin banyak kisah inspiratif seperti Ani Juwariyah yang muncul dari berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan optimistis, melalui langkah kecil yang konsisten, akan lahir lebih banyak individu berdaya yang tidak hanya mengubah kehidupan pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keluarga, komunitas, serta mendorong terciptanya ekonomi kerakyatan yang inklusif di Tanah Air.

Artikel Lainnya