Jakarta, INDONEWS.ID- -Persaingan papan atas Serie-A pekan 31 semakin seru. AC Milan tergusur ke peringkat 3 usai kalah 1-0 lawan Napoli.
Dengan kemenangan 1-0, Napoli berada di peringkat 2 dengan 65 poin, selisih 2 poin dari Milan di peringkat 3 dengan 63 poin.
Sementara Inter Milan berada di peringkat pertama dengan 72 poin, selisih 7 poin dari Napoli.
Berlangsung di Stadion Diego Armando Maradona, Napoli, Selasa (7/4/2026) dini hari, duel kedua tim berlangsung ketat.
Hasil akhir hanya kemenangan tipis 1-0 yang diraih tuan rumah.
Meski demikian, kemenangan tipis ini terasa sangat spesial bagi skuad asuhan Antonio Conte.
Pasalnya, mereka meraih poin penuh di tengah timnya dilanda badai cedera, terutama pemain pilar.
Tuan rumah harus kehilangan Rasmus Hojlund secara mendadak akibat sakit sesaat sebelum laga dimulai.
Padahal, daftar absen Napoli sudah sangat panjang dengan hilangnya nama-nama seperti Di Lorenzo hingga Rrahmani.
Kondisi ini memaksa Conte memutar otak dan menurunkan formasi darurat saat menghadapi Milan.
Setelah laga berjalan alot dan babak pertama hanya 0-0, Napoli unggul pada menit 79 lewat pemain pengganti Matteo Politano.
Ia menjadi pahlawan kemenangan lewat tendangan voli akuratnya di tiang jauh.
Gol tersebut lahir usai memanfaatkan sapuan yang tidak sempurna dari pemain bertahan Milan, Koni De Winter.
Conte mengakui bahwa semangat juang anak asuhnya menjadi kunci utama dalam melewati masa sulit ini.
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain pelapis yang tampil solid.
Baginya, kemenangan ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang sangat besar bagi skuadnya.
Sang pelatih mengingatkan betapa sulitnya menjaga posisi di papan atas tanpa lima starter reguler.
Tanpa kehadiran Hojlund, Di Lorenzo, hingga David Neres, Napoli terbukti tetap mampu bersaing.
Conte menilai tim lain mungkin sudah hancur jika menghadapi situasi tragis seperti ini. Baginya, konsistensi Napoli tetap berada di jalur juara adalah sebuah keajaiban olahraga yang nyata.
"Kemenangan ini memberi kami banyak antusiasme dan kepercayaan diri," ujar Conte kepada DAZN Italia.
"Karena kita tidak boleh lupa bahwa jika kami berada di urutan kedua, itu berkat para pemain yang menutupi semua absen musim ini".
Luar biasa tim ini, lanjut Conte, tetap bertahan di sana meskipun ada absen-absen tersebut.
"Tim lain mana pun pasti sudah hancur dan kehilangan semangat juang mereka," lanjutnya.
"Kita harus realistis di sini. Kami tidak boleh membuat satu kesalahan pun, dan di saat yang sama berharap Inter terpeleset lebih dari sekali," tambah sang pelatih.
Conte bertekad keras untuk mempertahankan Scudetto.
"Kami ingin mempertahankan Scudetto hingga akhir, yang tidak mampu kami lakukan selama berbulan-bulan, tetapi sekarang kami telah mengambil kembali kendali atas takdir kami sendirii," pungkasnya.