Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah Kota Serang menjajaki kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) guna memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat pra-sejahtera, khususnya pelaku usaha mikro dan calon wirausaha baru.
Kolaborasi ini difokuskan pada dua program unggulan PNM, yakni Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), yang dinilai mampu menjawab kebutuhan permodalan masyarakat dengan skema yang fleksibel.
Manager Supporting PNM Cabang Serang, Yayah Inayah, menjelaskan bahwa program Mekaar memberikan kemudahan akses pinjaman tanpa agunan dengan nilai mulai dari Rp2 juta hingga Rp15 juta. Menariknya, program ini juga terbuka bagi perempuan yang belum memiliki usaha.
“Pinjaman Mekaar tanpa agunan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Nilainya mulai Rp2 juta sampai Rp15 juta,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, pengajuan Mekaar dilakukan secara berkelompok dengan jumlah anggota antara 7 hingga 30 orang, meskipun pinjaman tetap atas nama individu. Sistem pembayaran pun dilakukan secara mingguan melalui petugas resmi.
Sementara itu, program ULaMM menawarkan pembiayaan dengan nominal lebih besar, yakni Rp50 juta hingga Rp200 juta, dengan mekanisme pengajuan secara perorangan. Kedua program tersebut juga dilengkapi dengan pendampingan usaha.
“Selain pembiayaan, kami juga memberikan pelatihan, mulai dari pengemasan produk hingga strategi pemasaran agar usaha nasabah bisa berkembang secara berkelanjutan,” jelas Yayah.
Sebagai BUMN yang fokus pada pemberdayaan UMKM, PNM turut menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor, termasuk komunitas pengelola bank sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis lingkungan.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Ia menilai program PNM sangat membantu masyarakat yang ingin memulai usaha, meskipun belum memiliki modal awal.
“Program ini sangat baik karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pinjaman meski belum memiliki usaha, serta didukung dengan pendampingan,” kata Agis.
Lebih lanjut, Pemkot Serang juga akan mengkaji kemungkinan pemberian subsidi bunga guna meringankan beban masyarakat serta memperluas akses kredit.
“Kami akan upayakan adanya subsidi bunga agar masyarakat lebih terbantu,” tambahnya.
Melalui sinergi ini, diharapkan akses permodalan masyarakat Kota Serang semakin terbuka luas, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Agis pun mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan pinjaman secara bijak dan produktif.
“Gunakan dana tersebut sebaik mungkin meskipun tanpa agunan,” tutupnya.