Nasional

Dirugikan Ratusan Juta Selebgram Ade Ratnasari Laporkan Penipu yang Ngaku Pejabat

Oleh : rio apricianditho - Jum'at, 24/04/2026 18:51 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Diiming-imingi bertemu pejabat untuk mempelancar urusan, selebgram Ade Ratnasari kena tipu Rp. 1 miliar lebih, bahkan ia pun disomasi akibat pemberitaan media terkait kasus tersebut. Merasa dirugikan, Ade melaporkan AMR orang yang mengaku pejabat ke Bareskrim Polri, dan juga mensomasi balik pihak yang lebih mensomasinya. 

Dalam konferensi pers, Ade membeberkan skema yang digunakan pelaku berinisial AMR. Modusnya dimulai dari pendekatan personal melalui pertemuan awal, lalu berlanjut dengan meyakinkan korban menggunakan nama pejabat hingga jenderal untuk membangun kepercayaan.

“Dia membawa-bawa nama pejabat, bahkan menyebut jenderal. Itu yang membuat saya percaya,” ujar Ade.

Ade mengaku melakukan transfer dana secara bertahap, mulai dari Rp200 juta hingga Rp50 juta. Saat itu, ia tengah dalam kondisi tidak fokus karena harus menjenguk orang tuanya yang sakit, sehingga tidak sempat melakukan pengecekan lebih dalam.

Kasus ini diduga bukan kejadian tunggal. Ade menyebut sudah ada korban lain dengan pola serupa sejak 2024, mengindikasikan adanya praktik penipuan yang berulang dan terstruktur. “Ini bukan cuma saya. Korban lain juga ada, dan modusnya hampir sama,” katanya.

Pelaku sempat menjanjikan pengembalian dana melalui pihak perantara. Namun dari total komitmen Rp250 juta, hanya Rp150 juta yang berhasil dikembalikan, itupun bukan sepenuhnya berasal dari dana milik Ade.

Menurut Ade, laporan ini mendapat respons cepat dari kepolisian karena tidak hanya merugikan korban secara materiil, tetapi juga mencoreng nama institusi akibat pencatutan nama pejabat.

“Saya sudah serahkan ke proses hukum. Harapannya ini bisa jadi perhatian karena merusak citra banyak pihak,” ujarnya.

Di tengah proses hukum, Ade juga menyinggung adanya somasi terhadap dirinya terkait pemberitaan yang beredar. Meski begitu, ia menegaskan tidak pernah menyebut nama pihak tertentu secara eksplisit dalam pernyataannya.

Sebagai penutup, Ade mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus “orang dalam” yang kerap mengatasnamakan pejabat untuk mempercepat urusan.

“Kalau ada yang bawa-bawa nama pejabat, wajib dicek. Jangan sampai kejadian seperti saya terulang,” tegasnya.

Ke depan, Ade bersama korban lain berencana menggelar aksi damai di instansi yang namanya diduga dicatut, sebagai bentuk dorongan agar kasus ini segera dituntaskan."Saya hanya ingin keadilan, dan uang kami kembali,” tutupnya.

Artikel Lainnya