Opini

Lima perkembangan terbaru Hantavirus, data sampai 8 Mei 2026 kemarin

Oleh : luska - Sabtu, 09/05/2026 11:35 WIB


Penulis: Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia 
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
Mantan DirJen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dan Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara

Pada 8 Mei 2026 kemarin maka WHO kembali mengeluarkan “Disease Outbreak News (DONs)” tentang kejadian laporan ke WHO pada 2Mei 2026 tentang klaster pasien penyakit paru berat (“severe respiratory illness”) di kapal pesiar. Berikut disampaikan lima perkembangan terbaru Hantavirus yang jadi perhatian dunia kesehatan kini.

Pertama, per tanggal 8 Mei kemarin sudah ada 6 kasus terkonfirmasi secara laboratorium, dan semuanya adalah Hantavirus jenis Andes virus (ANDV) sesuai hasil pemeriksaan “virus specific polymerase chain reaction (PCR)” atau sekuensing. Selain itu, ada 2 kasus “probable”, sehingga jumlah total 8 kasus infeksi Hantavirus di kapal pesiar itu. Hal ke dua, dari 8 kasus itu maka 3 diantaranya meninggal. Jadi angka kematian (“case fatality ratio”) adalah 38%, artinya hampir 40% kasusnya harus meninggal dunia, cukup tinggi dan mengkawatirkan.

Ke tiga, sejauh ini sudah dilakukan dua kali penerbangan evakuasi medik dari  Cabo Verde tempat kapal bersandar ke Belanda. Data terakhir sapai kemarin maka pasien-pasien dari kapal pesiar ini kini tersebar di  Johannesburg, Afrika Selatan, Belanda dan Zurich di Swiss. Ada satu kasus di bawa ke Jerman yang kemudian tes PCR dan serologinya negatif sehingga bukan lagi dianggap kasus infeksi Hantavirus. Artinya, penumpang kapal sudah ada yang ke berbagai negara di dunia. 

Ke empat, sejauh data yang ada sampai kini maka WHO menyampaikan hipotesis kerja tentang kejadian penyakit ini, yaitu bahwa kasus pertama (“indeks case”) nampaknya sangat mungkin terinfeksi Hantavirus sebelum naik ke kapal pesiar, melalui penularan lingkungan dalam kegiatan dia Argentina dan Chile. Kemudian, dari kasus pertama itu lalu terjadi penularan manusia ke manusia di atas kapal pesiar, yang antara lain didasari pada data timbulnya gejala dan hubungannya dengan masa inkubasi   ANDV. Untuk menganalisa hipotesa ini maka penelitian masih terus dilakukan, baik secara epidemiologik dan penyelidikan sekuensing. 

Ke lima, dalam dua tiga hari yang lalu ada berita bahwa seorang pramugari KLM di observasi tentang kemungkinan tertular, di mana pramugari ini ada kontak dengan salah seorang pasien terkonfirmasi. Tetapi data terakhir (8 Mei kemarin) menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium nya menunjukkan Hantavirus negatif. Pemantauan pada kontak-kontak yang lain masih terus dilakukan. Dalam hal ini perlu diketahui bahwa di atas kapal pesiar ini ada warga dari ASEAN negara tetangga kita, yaitu dari Filipina dan Singapura.

 

Artikel Lainnya