Jakarta, INDONEWS.ID - Bicara cinta tak selalu tentang asmara anak manusia, tapi ini cinta berlandasan hobi, Vaut Museum berisi koleksi kendaraan mulai dari sepeda hingga mobil mewah keluaran Eropa. Koleksi itu milik pengusaha yang gemar kendaraan klasik, koleksinya terus bertambah maka dibangunlah museum tersebut.
Vault museum terhitung 'anyar' lebih kurang 6 bulan dibuka untuk masyarakat yang ingin melihat jajaran kendaraan klasik nan mewah. Lokasinya di Cilandak Timur, Jakarta Selatan tak jauh dari rumah makan penyedia masakan Padang.
Beberapa jam menjelang matahari tepat di atas kepala, Selasa (12/05) sejumlah penggemar otomotif mendatangi museum tersebut atas undangan Lilik M sang kolektor otomotif klasik. Sebelum tour museum, mereka menikmati kopi dan makanan ringan di coffee shop di sudut lantai 3 museum.
Sekitar satu jam bercengkrama di sudut itu, rombongan pun diajak keliling museum yang terdiri dari 3 lantai. Tour dimulai dari lantai 2, puluhan motor klasik tersusun rapi dalam "sangkar' bertingkat, ada BMW, BSA sampai motor Jepang lawas. Terawat? Sangat seluruh roda dua itu terlihat anggun meski kendaraan klasik tapi cahaya 'gagahnya' bersinar kemilau, warnanya cerah, blok mesin pun bersih tanpa ada bercak-cak oli.
Di lantai itu tak hanya barisan roda dua bertumpuk rapi, ada pula roda empat jenis jeep, seperti Willis, Hardtop, maupun Land Rover. Dua Wilis 'berkelir' hijau army dan satu BSA menjadi ikon lantai 2, mereka ditempatkan di tengah ruangan bersorot cahaya lampu, ingin menunjukan ini loh 'tuan' di lantai 2.
Sementara, di sisi selatan atau berlawanan dengan jajaran roda dua, berbaris Jeep berlogo brand yang disebut sebelumnya. Semuanya tampak terawat, kendaraan boleh klasik soal tampilan tak kala dengan kendaraan keluaran terkini, bersih, 'kinclong' dan elegan.
Rombongan pun berpindah ke lantai 1, kala melewati tangga kami disuguhkan pemandangan jajaran sepeda namun bukan keluaran lawas tapi sepeda balap, bila diperhatikan usianya tak lebih dari 10 tahun. Boleh jadi diantara sepeda itu, ada yang pernah digowes juara Tour de France jika merujuk siapa kolektor sepeda tersebut.
Begitu menginjak lantai 1 rombongan makin terperengah, keindahan mobil sport merek Porsche terparkir rapi di lantai ini, pecinta otomotif mana yang bisa menahan liur melihat Porsche dari berbagai seri 'mejeng' di sana. Tahulah bagaimana 'tongkrongan' Porsche anggun dan siapa pun ingin mencoba memegang kemudi lalu tancap gas. Tapi ada yang bikin rombongan ini makin bingung, ikon di lantai ini bukan mobil Porsche tapi Harley Davidson warna merah gelap bermandikan sorot lampu, kian membuat siapapun yang melihat ingin menunganginya.
"Tahu kenapa motor ini yang ada paling depan?, mesinnya ini keluaran Porsche kala itu mereka ingin punya kendaraan yang lari kencang maka mintalah pabrikan itu membuatnya", terang Lilik kala menjadi pemandu tur museum.
Perjalanan rombongan berakhir di lantai basemen, di sini menjadi 'rumah' Mercedes, salah satunya adalah Mercedes Benz W113 merupakan restorasi yang dibuat oleh salah satu perusahaan Jerman. Menurut pemiliknya, ia dapatkan mobil ini seharga Rp.140 juta rupiah dari pemiliknya yang membawa mobil ini untuk direstorasi di negara asalnya, Jerman.
Pecinta otomotif wajib datang ke Vault museum, rasa keingintahuan dan penasaran Anda akan terjawab di museum ini. Apalagi bila kita tahu kendaraan itu lewat majalah atau situs web tapi belum pernah lihat wujudnya. Datanglah ke museum tersebut yang buka untuk umum mulai pukul 10.00 sampai 21.00. Puaskan dahaga tentang otomotif, Vault museum bakal membuat kita betah berlama-lama di sana melihat kendaraan klasik yang jarang kita temui di jalan raya.