Gaya Hidup

Pemuda GKJ Garap Adaptasi Musikal Ketika Jangkrik Menangis Secara Mandiri, Angkat Pesan Harapan dan Pengampunan

Oleh : rio apricianditho - Kamis, 14/05/2026 15:24 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Kompa Production sukses mementaskan drama musikal “Ketika Jangkrik Menangis” pada Sabtu (2/5) di Jakarta. Pertunjukan ini merupakan adaptasi yang diolah secara mandiri oleh generasi muda gereja melalui pengembangan naskah, musik, dan koreografi, sekaligus menjadi wujud ekspresi yang mengangkat tema penyesalan, pengampunan, dan harapan.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 penonton yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, serta jemaat dari berbagai gereja di Jakarta dan sekitarnya. Antusiasme penonton terlihat dari respons emosional yang terbangun sepanjang pertunjukan, terutama pada adegan-adegan yang menampilkan konflik batin para tokohnya.

Yang membedakan pertunjukan ini, seluruh elemen artistik—mulai dari lirik dan musik, koreografi, hingga penggarapan adegan—merupakan karya orisinal yang dikembangkan secara mandiri oleh para pemuda yang terlibat. Bagi sebagian besar tim, produksi ini juga menjadi pengalaman pertama dalam menggarap drama musikal berskala penuh.

Sebuah Kisah Harapan Dalam Keheningan

“Ketika Jangkrik Menangis” mengisahkan perjalanan emosional dua karakter utama, Annie dan Reese, yang saling terhubung dalam perjuangan menghadapi tantangan kehidupannya masing-masing. Annie, gadis kecil yang berjuang dengan penyakit jantung, dan Reese, dokter yang berusaha bangkit dari penyesalan masa lalunya, mereka saling menemukan harapan dalam kegelapan.

Kisah ini menggambarkan proses kebangkitan dan pengampunan, mengajak penonton untuk menyadari bahwa di balik setiap kesedihan, selalu ada harapan baru. Dengan alunan musik yang menyentuh, pertunjukan ini menekankan kekuatan cinta dan keteguhan dalam menghadapi rintangan.

Di atas panggung, cerita ini dihadirkan melalui perpaduan adegan musikal, permainan cahaya, serta perubahan set yang membawa penonton berpindah dari suasana desa hingga ruang operasi yang menegangkan, serta visualisasi ruang batin yang menggambarkan konflik dan penyesalan karakter utama. Elemen-elemen ini dirangkai untuk membangun pengalaman yang tidak hanya dapat disaksikan, tetapi juga dirasakan secara emosional.

Salah satu pemeran utama, Gabriella Blessany, yang memerankan Annie, menyebut proses produksi ini sebagai pengalaman yang membentuk cara pandangnya terhadap cerita yang dibawakan.

“Memerankan Annie membuat saya belajar melihat harapan dengan cara yang sederhana, tapi sangat kuat. Di tengah keterbatasannya, dia tetap memilih untuk percaya—dan itu yang paling membekas selama proses ini,” ujarnya.

Keterlibatan Yatti Surachman dalam proses latihan turut memberikan perspektif artistik yang memperkaya pertunjukan ini.

“Saya melihat kesungguhan yang luar biasa dari teman-teman generasi muda dalam proses ini. Mereka tidak hanya tampil, tapi benar-benar mengolah setiap adegan dengan rasa. Itu yang membuat pertunjukan ini terasa hidup dan sampai ke penonton,” ungkap Yatti Surachman.

Sementara itu, Pdt. Yoel M. Indrasmoro, Pendeta Gereja Kristen Jawa Jakarta, memandang pertunjukan ini sebagai ruang yang mempertemukan ekspresi, pertumbuhan, dan kolaborasi generasi muda dalam gereja.

“Keterlibatan generasi muda dalam karya seperti ini menunjukkan bahwa gereja dapat menjadi ruang yang hidup untuk berekspresi dan bertumbuh. Melalui proses kolaborasi, mereka tidak hanya terlibat, tetapi juga mengambil peran dalam menciptakan karya yang bermakna bersama,” tuturnya.

Melibatkan puluhan pemuda sebagai aktor, pemusik, dan tim produksi, pertunjukan ini menjadi ruang kolaborasi lintas talenta dalam gereja untuk menghadirkan karya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, “Ketika Jangkrik Menangis” tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium refleksi yang mengajak penonton memahami makna harapan dan pengampunan.

Tentang Kompa Production:

Kompa Production merupakan inisiatif dari Komisi Pemuda Gereja Kristen Jawa Jakarta yang berfokus pada pengembangan seni pertunjukan di kalangan generasi muda. Melalui karya teater, musik, tari, dan seni visual, Kompa Production menghadirkan pertunjukan yang menyampaikan pesan spiritual serta nilai-nilai iman secara relevan bagi jemaat.

Artikel Lainnya