Nasional

Israel Bunuh Komandan Brigade Al Qassam Izz Al Din Al Haddad di Gaza

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 18/05/2026 12:06 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Militer Israel dilaporkan membunuh komandan sayap bersenjata Hamas, Brigade Al Qassam, bernama Izz Al Din Al Haddad dalam serangan udara yang terjadi di Gaza pada Jumat (15/5/2026).

Hamas mengonfirmasi kematian Al Haddad dan mengecam keras serangan tersebut sebagai “pembunuhan keji dan pengecut” yang dilakukan Israel.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (16/5/2026), Hamas menyebut Al Haddad tewas bersama istri dan anak perempuannya. Selain itu, sejumlah warga Palestina lainnya juga menjadi korban dalam serangan tersebut.

Serangan Israel disebut menargetkan kawasan permukiman Remal di bagian barat Gaza City. Berdasarkan keterangan sumber medis, sedikitnya tiga warga Palestina tewas akibat serangan terhadap kendaraan sipil, sementara empat lainnya meninggal dunia dalam serangan yang menghantam sebuah bangunan di kawasan tersebut.

Jurnalis Al Jazeera, Ibrahim Al Khalili, melaporkan suasana panik sempat terjadi usai serangan karena kobaran api besar melanda gedung di area permukiman warga.

Hamas menilai pembunuhan terhadap Al Haddad menjadi bentuk pelanggaran terbaru Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak.

“Ini menunjukkan pengabaiannya terhadap semua hukum dan konvensi internasional, dan kegagalannya dalam memaksakan realitas politik dan militer yang tidak mampu dicapainya dengan kekerasan,” demikian pernyataan Hamas.

Sementara itu, Gerakan Mujahidin Palestina dan sayap militernya, Brigade Mujahidin, turut mengecam serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Al Haddad.

“Kami memuji pengorbanan besar dan perjuangan panjangnya, dan kami mengenang sejarah panjangnya dalam melawan musuh Zionis hingga ia gugur sebagai martir,” demikian pernyataan mereka.

Kelompok tersebut juga menegaskan bahwa pembunuhan para pimpinan kelompok perlawanan tidak akan melemahkan perjuangan mereka melawan Israel.

Sebelumnya, pada Desember tahun lalu, Israel juga membunuh komandan senior Hamas, Raed Saad, yang merupakan wakil komandan Al Haddad, dalam serangan yang menyebabkan sedikitnya 25 orang terluka.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu, jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah mencapai 870 orang, sementara korban luka mencapai 2.543 orang.

Hingga Sabtu (16/5), rumah sakit di Gaza masih terus menerima korban serangan. Sedikitnya 13 jenazah dan 57 korban luka dilaporkan masuk ke sejumlah rumah sakit di wilayah tersebut.

Artikel Lainnya